alexametrics

Efektivitas Kegiatan Ekonomi dengan Gallery Walk

Oleh : Poedjo Rahardjo, SE

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru sebagai perencana, pelaksana, dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Sukses tidaknya suatu pembelajaran mencapai target dan tujuan pendidikan banyak ditentukan oleh kualitas peran guru. Guru ditantang untuk mampu menghadirkan proses pembelajaran yang dapat menghasilkan peserta didik memiliki kecakapan, yaitu generasi yang memiliki kemampuan berfikir kritis (critical thinking), kreatif (creative), mampu berkomunikasi (communicate), dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama (collaboration). Untuk menunjang hal tersebut, salah satu yang bisa dilakukan dengan menerapkan metode yang tepat atau mencari variasi metode lain agar pembelajaran mata pelajaran tidak membosankan. Salah satunya yaitu media Gallery Walk.

Menurut Silberman, Gallery Walk (Pameran berjalan) merupakan suatu metode pembelajaran yang mampu menumbuhkan daya emosional siswa untuk menemukan pengetahuan baru dan dapat mempermudah daya ingat jika sesuatu yang ditemukan itu dilihat secara langsung.

Baca juga:  Pemanfaatan Batu Kali sebagai Media Pembelajaran Seni Lukis

Pada Materi IPS Kelas VII tentang Kegiatan Ekonomi, penulis sebagai guru IPS di SMP Negeri 5 Sragi mencoba menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning dengan menggunakan metode Gallery Walk. Dengan metode ini diharapkan dapat mengatasi kendala-kendala pembelajaran seperti materi pelajaran terlalu banyak sehingga materi yang diserap oleh siswa tidak maksimal serta pada akhirnya hasil belajar siswa kurang maksimal.

Langkah-langkah dalam pelaksanaan metode Gallery Walk pada materi Kegiatan Ekonomi sebagai berikut : (1) peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota maksimal lima orang, (2) peserta didik menyiapkan kertas plano atau kardus bekas untuk membuat gallery, (3) guru membagi tema atau topik yang harus didiskusikan oleh peserta didik, (4) peserta didik diminta untuk berdiskusi tentang materi yang diberikan, (5) peserta didik diminta untuk membuat daftar pada selembar kertas berisi hasil diskusi, (6) peserta didik menempelkan hasil diskusi pada kertas plano atau kardus bekas, (7) peserta didik memberikan nama pada hasil karya mereka, (8) peserta didik menempelkan hasil karya di dinding kelas/lorong sekolah, (9) peserta didik diminta untuk berjalan melewati tiap daftar untuk memberi tanda centang pada materi yang telah dipahami, bagi yang belum paham dicatat di selembar kertas untuk ditanyakan pada kelompok setelah pengamatan, (10) surveilah hasilnya, cermati hasil pembelajaran umum yang didapat, (11) peserta didik diminta untuk menjelaskan setiap apa yang ditanyakan kelompok lain, (12) guru memberikan klarifikasi dan refleksi, (13) simpulan.

Baca juga:  Peran Guru BK dalam Program Merdeka Belajar

Kelebihan Metode Gallery Walk sebagai berikut : (1) Siswa terbiasa membangun budaya kerjasama memecahkan masalah dalam belajar. (2) Terjadi sinergi saling menguatkan pemahaman terhadap tujuan pembelajaran. (3) Membiasakan siswa bersikap menghargai dan mengapresiasi hasil belajar kawannya. (4) Mengaktifkan fisik dan mental siswa selama proses belajar. (5) Membiasakan siswa memberi dan menerima kritik. (6) Siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat membantu menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.

Melalui metode Gallery Walk diharapkan dapat membangun peserta didik untuk berpikir kritis dan problem solving serta menumbuhkan rasa percaya diri. Selain itu, menumbuhkan budaya kerjasama dalam memecahkan masalah dalam belajar. Metode ini juga sangat efektif untuk menilai sikap, bagaimana membiasakan peserta didik untuk mengapresiasi dan menghargai hasil belajar teman lainnya. (ti1/ton)

Baca juga:  Pembelajaran Cerpen di Abad 21 Menggunakan Model CIRC

Guru IPS SMP Negeri 5 Sragi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya