alexametrics

Mewujudkan Pola Asuh Ramah Anak Usia TK

Oleh : Anugerah Wijiyaningsih, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENULIS sebagai guru TK Handayani 15 Cikadu Watukumpul – Pemalang, mendambakan pola asuh ramah anak di usia TK. Oleh karena itu peranan keluarga sangat fital dalam mewujudkan hal tersebut. Keluarga merupakan fondasi utama yang didapatkan anak usia dini. Namun, orang tua cenderung meremehkan pengaruh yang mereka miliki. Pada tahun 2011, Departemen Pendidikan Inggris Raya menemukan bahwa anak-anak yang mengalami pola asuh yang buruk dua kali lebih mungkin untuk berperilaku tidak baik.

Pendekatan displiner yang tidak konsisten, pengawasan yang buruk dan hukuman fisik merupakan atribut pengasuhan yang buruk dan dampat berdampak negatif pada anak. Salah satu dampak pola asuh yang buruk terhadap anak adalah agresif. Para peneliti di Universitas Minnesota, menemukan bahwa anak-anak TK yang agresif memiliki hubungan yang buruk dengan orang tua mereka sejak usia dini. Pada akhirnya menyebabkan kecenderungan anak-anak untuk memunculkan tingkat kemarahan yang lebih tinggi. Selain agresif, sikap apatis juga merupakan dampak dari pola asuh orang tua yang buruk. Anak-anak memperlakukan orang lain sebagaimana orang tuanya memperlakukan mereka.

Baca juga:  Pembelajaran Seni Tari Kreasi Tingkatkan Skill Siswa

Jika anak mengalami kekerasan di rumah (baik secara fisik maupun verbal), kemungkinan damapak emosi tersebut akan meledak di tempat umum seperti sekolahan. Anak-anak seperti itu, akhirnya cenderung mengembangkan sikap apatis terhadap orang lain. Pada saat pandemi Covid-19 ini, peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah. Hal ini berarti peserta didik lebih banyak menghabiskan waktunya dengan orang tua mereka. Jika pola asuh yang buruk itu terus terjadi, anak akan semakin menunjukan perilaku yang tidak baik pula. Agar hal tersebut tidak terjadi, orang tua perlu melakukan perubahan dalam pola asuh terhadap anaknya.

Sesibuk apapu orang tua, sebaiknya tetap meluangkan waktu untuk anaknya. Orang tua perlu mendidik anak mereka tentang pelajaran – pelajaran terpenting dalam hidup dengan contoh yang sesuai dengan usianya. Selain itu, perlu fokus pada pengembangan dukungan emosional dengan anak. Dari pada berteriak, ada baiknya orang tua mencoba untuk menenangkan anak dengan memberikan jawaban yang masuk akal. Berikan waktu untuk menenangkan diri, terutama saat anak sudah sulit untuk ditangani jelasnya dengan tenang mengapa mereka salah dan konsekuensi dari tindakan mereka. Ini adalah salah satu tips paking sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam pola asuh orang tua.

Baca juga:  Melalui Bermain Air Tenangkan Anak Usia Dini

Orang tua sebaiknya jangan hanya mengumumkan keputusannya kepada anak, tetapi juga menjelaskan alasan di baliknya. Jika orang tua ingin anaknya menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum bermain, orang tua perlu memberitahu alasan dibaliknya bahwa anak harus bertanggungjawab atas studi mereka. Mayoritas orang tua tidak mendengarkan anak-anaknya. Orang tua perlu mengetahui apa yang dirasakan anak-anaknya. Orang tua harus mendengarkan anaknya, karena hal itu penting bagi aak. Anak akan mengingat reaksi orang tua dalamsituasi tersebut untuk waktu yang lama dan pada alurnya, keterampilan mendengarkan orang tua ini akan mempadakan ikatan orang tua dengan anak-anaknya.

Memberi contoh yang baik kepada anak juga merupakan hal yang penting. Anak menjadi apa yang mereka lihat didalam diri orang tuanya. Mereka melihat kebiasaan dan mulai menerapkan perilaku orang tuanya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mempraktekkan kebiasaan yang baik. Oleh karena itu, penulis sebagai guru TK Handayani 15 Cikadu Watukumpul mengharapkan kerjasama dengan orang tua/wali pesrta didik bersama-sama menciptakan pola asuh ramah anak, agar terwujud sosok perilaku peserta didik yang baik di rumah maupun di sekolah. (bw1/zal)

Baca juga:  Peer Counseling Efektif Membantu Penyelesaian Masalah

Guru TK Handayani 15 Cikadu, Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya