alexametrics

SAVI Bikin Menari Lebih Berenergi

Oleh : Nurasih Lestari, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran yang dilaksanakan di beberapa sekolah masih banyak yang mengadopsi model pembelajaran ekspositori. Ekspositori adalah pembelajaran yang penekanannya hanya pada penyampaian materi tekstual semata dan mengakibatkan kurangnya minat peserta didik untuk belajar. Permasalahan ini disebabkan minimnya peserta didik dilibatkan dalam proses belajar mengajar di kelas. Pembiasaan seperti ini akan menekan tumbuh kembangnya aspek kepribadian, kemampuan, dan aktivitas peserta didik yang sesuai harapan. Solusi penanggulangan permasalahan yang muncul adalah diperlukannya model pembelajaran yang tepat dan pembelajaran aktif untuk mencapai tujuan pengembangan kemampuan pemecahan masalah. Pemberian kesempatan yang cukup kepada peserta didik untuk dapat menggali, memahami, mengalami dan mengembangkan sendiri apa yang dipelajari menjadi sangat penting.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Lebih Menyenangkan dengan Model CTL

Pembelajaran aktif adalah belajar yang memperbanyak aktivitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai sumber, untuk dibahas dalam proses pembelajaran dalam kelas, sehingga memperoleh berbagai pengalaman yang tidak saja menambah pengetahuan, tapi juga kemampuan analisa dan sintesis sesuai yang dijelaskan oleh Rosyada dalam Nurhayati (2008:42). Pada proses pembelajaran aktif, peserta didik akan diberikan stimulan untuk mengembangkan kreasinya. Kemudian pelibatan siswa dalam sebuah koloni sosial untuk mengekspresikan keaktifannya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif. Yaitu dengan mengkolaborasikan pembelajaran aktif dan pembelajaran kooperatif.

Salah satu model pembelajaran yang menggunakan asas pembelajaran kooperatif adalah SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intelectual). Penerapan model pembelajaran ini penulis selaku guru kelas satu SDN 01 Sijeruk Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan pada pembelajaran tema satu subtema dua tentang mengenal anggota tubuh melalui tari. Ngalimun (2012:166), menjabarkan bahwa SAVI merupakan kependekan dari Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-out), aktivitas fisik di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melalui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media, dan alat peraga; dan Intellectually yang bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.

Baca juga:  Pembelajaran Aritmatika Sosial Menggunakan Komik Digital

Langkah-langkah model pembelajaran SAVI di kelas penulis yaitu pertama, guru mengelompokkan peserta didik dalam beberapa tim. Kemudian tiap kelompok diberikan tugas untuk berdiskusi dengan mencari musik dan gerakan untuk menari. Langkah ketiga, masing-masing kelompok memberikan tampilannya dengan menari. Penilaian diserahkan kepada seluruh siswa untuk memberikan komentar atau acungan jari sebagai tanda dukungan. Pada langkah terakhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapatkan dukungan terbanyak. Ternyata setelah digunakan model SAVI terjadi peningkatan di kelas penulis motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. (ti1/ton)

Guru SDN 01 Sijeruk Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya