alexametrics

Visualisasi Pembelajaran BTIK melalui Media Video

Oleh: Titik Setyaningsih, S.Kom.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi Covid-19 semua harus mengubah kebiasaan pola hidup dalam berbagai bidang, terutama bidang pendidikan sangat menuntut untuk mengubah kebiasaan dari pembelajaran tatap muka menjadi daring. Dengan kondisi pandemi seperti ini yang belum pernah dibayangkan sebelumnya oleh guru maupun peserta didik harus beradaptasi secara cepat dengan pembelajaran jarak jauh. Yang paling sulit bagi penulis sebagai guru Bimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK) di SMP Negeri 2 Pabelan Kabupaten Semarang karena harus mengajarkan peserta didik bagaimana mengoperasikan perangkat lunak komputer yang mana dalam kegiatan pembelajarannya melalui praktik, yaitu menggunakan secara langsung, baik hardware maupun software-nya. Beberapa cara telah dicoba dengan memberikan tugas kepada peserta didik untuk membaca, merangkum, praktik, dan mengerjakan soal yang diinformasikan melalui media WhatsApp Group kelas, kemudian hasil pekerjaan peserta didik difoto dan dikirimkan ke guru mapel melalui WA.

Hal ini menurut penulis kurang efektif dan efisien. Sebab, dapat dilihat dari respon peserta didik dalam mengerjakan dan mengirimkan tugas kepada guru, sehingga hal demikian menjadi evaluasi bagi penulis untuk mengubah metode pembelajaran jarak jauh yang awalnya secara konvensional menjadi pembelajaran jarak jauh dengan melalui visualisasi gambar dan suara, yaitu dengan cara audiovisual.
Menurut Card, S. K., Mackinlay, J., & Shneiderman, B. (1999), menyatakan, visualisasi adalah suatu metode menggunakan teknologi komputer untuk menentukan metode terbaik dalam menampilkan data visual yang interaktif untuk memperkuat pengamatan.

Baca juga:  Video Editing dengan Smartphone, Tingkatkan Keterampilan Siswa

Kata media berasal dari bahasa latin, dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dalam bahasa arab, medoe yang artinya perantara antara pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan menurut Azhar Arsyad (2011: 3). Hamidjojo dan Latuheru (Azhar Arsyad, 2011: 4) mengemukakan bahwa media sebagai bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai pada penerima yang dituju.

Azhar Arsyad (2011 : 49) menyatakan bahwa video merupakan gambar- gambar dalam frame, di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis, sehingga pada layar terlihat gambar hidup. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa video merupakan salah satu jenis media audio-visual yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai.

Baca juga:  Mengembangkan Komunikasi Kepala Sekolah

Screencast atau disebut juga dengan video screen recorder adalah perekaman secara digital dari sebuah tampilan komputer yang sering kali disertai dengan narasi panduan yang direkam menggunakan mikrofon. Video pembelajaran menggunakan teknik screencast biasanya berjenis tutorial, misalnya tutorial penggunaan software atau bisa juga berupa paparan. Setelah menjadi video, langkah selanjutnya adalah dengan mengunggah video tersebut ke Youtube dengan membagikan alamat video Youtube tersebut ke WhatsApp Group kelas, sehingga peserta didik dapat melihat dan mempraktikkan apa yang guru contohkan seperti yang ada di dalam video pembelajaran tersebut.

Kerberhasilan metode visualisasi melalui media video dengan cara screencast dapat dilihat dari jumlah view dan kolom komentar. Jumlah view hampir sama dengan jumlah rombel, dalam satu waktu yang kita tentukan untuk menyimak materi tersebut, dan selanjutkan peserta didik prakik di rumah dan mengerjakan tugas melalui Quizizz yang guru berikan. Alhamdulillah peserta didik di SMP Negeri 2 Pabelan antusias dalam mengerjakan, karena mereka berpendapat dengan pembelajaran selama daring melalui video Youtube dan Quizizz, tanpa sadar peserta didik bermain sambil belajar. Sehingga penulis menyimpulkan PJJ dengan media video sangat menarik dan efektif. (bw1/aro)

Baca juga:  Permasalahan Pubertas pada Siswa Dapat Teratasi dengan Model CPS

Guru SMP Negeri 2 Pabelan Kab.Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya