alexametrics

Pembelajaran Bercerita Menyenangkan dengan Wayang Angkrek

Oleh: Magdalena Yuli Yatimah, S.S.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran keterampilan berbicara di sekolah, khususnya bercerita di depan kelas merupakan salah satu kegiatan yang paling ditakuti siswa. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menuntut siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis dalam materi Cerita Fantasi. Hambatan siswa kurang berminat pada pembelajaran bercerita karena merasa malu bercerita di depan kelas, takut salah, dan kesulitan dalam merangkai kata demi kata dalam bercerita. Hambatan lainnya pembelajaran bercerita dilakukan hanya secara teoritis saja.

Alat peraga sebagai alat bantu yang berfungsi membantu proses belajar mengajar, agar siswa memperoleh pengalaman konkrit. Salah satu komponen yang penting dalam kegiatan belajar mengajar karena media pembelajaran dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa dalam proses belajar. Hal ini tentunya sangat dibutuh untuk mengatasi kandala mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia karena selain materi yang harus disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman siswa, pelajaranpun harus dapat disajikan secara menarik dan menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif tanpa membebani siswa oleh situasi pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bisa diterapkan dalam kelas sehingga suasana kelas dapat kondusif.

Baca juga:  Peningkatan Hasil Belajar Membandingkan Kritik Sastra dan Esai

Gerlach dan Ely dalam Arsyad (2010) menyebutkan bahwa media dalam pembelajaran adalah alat-alat grafik, foto, elektronik, atau alat-alat mekanik untuk menyajikan, memproses dan memperjelas informasi lisan atau pandangan. Berdasarkan pendapat Gerlach dan Ely tersebut, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan memperjelas proses informasi yang disampaikan.

Wayang angkrek merupakan wayang yang terbilang unik, lucu, dan kreatif sebagai media bermain yang menyenangkan bagi siswa sambil mengenalkan pada tradisi bangsa sendiri. Wayang angkrek diharapkan mampu membantu meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas siswa, kemampuan anak dalam memecahkan masalah, mendorong spontanitas siswa, dan aktualisasi diri.

Penggunaan wayang angkrek merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Dalam pembelajaran cerita fantasi, wayang angkrek dapat menjadi media pembelajaran yang membuat siswa tidak mengalami kejenuhan dan kesulitan untuk mempelajari materi cerita fantasi. Penggunaan alat peraga ini memiliki keunggulan yang dapat mengajak siswa untuk mempelajari materi tanpa merasa bosan.

Baca juga:  Memegang Kerikil Tingkatkan Kemampuan Servis Bawah dalam Permainan Bola Voli

Media wayang ini dapat dimanfaatkan sebagai alat permainan edukatif bagi siswa yang interaktif dan menyenangkan yang mampu membantu meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas siswa, kemampuan anak dalam memecahkan masalah, mendorong spontanitas siswa, dan aktualisasi diri. Masuknya unsur kebudayaan Indonesia dan uniknya bentuk wayang membuatnya memiliki kelebihan dijadikan media pembelajaran.

Langkah-langkah dalam pembelajaran menggunakan alat peraga wayang angkrek adalah: (a) bermain peran dimulai dengan membentuk kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 – 4 siswa, (b) setiap siswa mendapatkan peran dalam cerita fantasi pada LKPD, (c) siswa wajib memahami atau menghafal dialog bagiannya pada cerita fantasi tersebut, (d) setiap kelompok maju memeragakan wayang sesuai dengan isi cerita dengan menarik tali yang menghubungkan tangan dan kaki pada wayang angkrek, sehingga wayang tersebut bisa bergerak, (e) kelompok lain memberikan penilaian terhadap cara bercerita (f) siswa mengerjakan LKPD.

Baca juga:  Menceritakan Gambar Berseri dengan Pertanyaan Terbimbing

Alat peraga wayang angkrek memberikan dampak positif, yaitu siswa lebih mudah menceritakan cerita fantasi di depan kelas dan dapat memberikan kebaranian diri dalam bercerita cerita fantasi serta mengaktifkan pembelajaran pada siswa kelas 7 di SMP Negeri 2 Sukorejo, Kendal. (bw1/aro)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Sukorejo Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya