alexametrics

Model Pembelajaran Jigsaw dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS

Oleh : Sunariyah, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran IPS berisi fakta dan peristiwa yang sangat dekat dengan kehidupan siswa. Siswa dapat mengungkapkan apa yang dilihat atau dialami dan kemudian membandingkan dengan konsep-konsep IPS (Nani Rosdijati, 2010: 59).

Dalam kenyataan menunjukkan dalam proses pembelajaran, siswa kurang antusias, daya kreatif rendah, dan bahkan siswa acuh tak acuh. Upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS ialah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat menghindarkan keadaan DDCH (Duduk Dengar Catat dan Hapal).

Upaya untuk membangkitkan semangat siswa agar aktif dalam mengikuti pembelajaran IPS maka diterapkanlah model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Dan implementasi model ini direalisasikan dalam materi Peristiwa Pasca Pengakuan Kedaulatan dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw pada Siswa Kelas IX D SMP N 2 Sukorejo. Penggunaan model Jigsaw pada materi Peristiwa Pasca Pengakuan kedaulatan sangat cocok karena lingkup materinya luas dan bersifat hafalan.

Baca juga:  Strategi Meningkatkan Kinerja Guru di Sekolah Dasar

Menurut Martinis Yamin (2013: 92-93) pada model pembelajaran kooperatif Jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw kegiatan belajar mengajar berpusat pada siswa. Antar anggota kelompok dapat saling membantu untuk memecahkan permasalahan secara bersama-sama dengan perantara diskusi.

Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab sendiri dalam penguasaan materi diskusi memiliki keharusan untuk menjelaskan terhadap anggota kelompok yang lain sampai benar-benar mengerti. Setiap individu akan tertarik mendapatkan nilai semaksimal mungkin untuk kemajuan nilai kelompok dan juga memiliki keinginan untuk meningkatkan pencapaian nilainya dibandingkan nilai sebelumnya. Selain itu siswa juga akan lebih tertarik dengan adanya pemberian penghargaan kelompok untuk kelompok yang berhasil dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dari sini dapat dilihat bahwa siswa dituntut untuk saling melengkapi antar anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam satu kelompok.

Baca juga:  Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi Belajar PJOK

Adapun Menurut Rusman (2012: 218) langkah-langkah pembelajaran kooperatif Jigsaw adalah sebagai berikut: 1) Siswa dikelompokkan dengan jumlah anggota kurang lebih empat sampai enam orang yang disebut kelompok asal. 2) Masing-masing anggota dalam kelompok asal diberi tugas yang berbeda. 3) Anggota dari kelompok asal yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli. 4) Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal masing-masing dan menjelaskan kepada anggota kelompok asal tentang sub bab yang mereka kuasai. 5) Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. 6) Pembahasan dan penutup.

Kelebihan pembelajaran kooperatif Jigsaw: a) Dapat mengembangkan hubungan antar pribadi positif di antara siswa yang memiliki kemampuan belajar yang berbeda. berkurang. b) Pemahaman materi lebih mendalam. c) Meningkatkan aktivitas belajar siswa.

Baca juga:  Pembelajaran Online Tergantung pada Koneksi Internet

Penggunaan model pembelajaran Jigsaw ini ternyata membawa pengaruh yang besar pada peningkatan prestasi siswa kelas IXD SMP N 2 Sukorejo. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa, yang semula yang tuntas KKM itu kurang dari 50 % tetapi setelah menggunakan model pembelajaran Jigsaw yang tuntas KKM meningkat menjadi lebih dari 75 % karena model Jigsaw ini siswa bisa termotivasi dan aktif dalam mengikuti pembelajaran IPS. Dengan demikian memang terbukti kalau model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan prestasi siswa. (bw1/ton)

Guru IPS SMP N 2 Sukorejo Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya