alexametrics

Metode Jigsaw Learning Prestasi Belajar Siswa Bisa Bersaing

Oleh: Murtadho, S.Ag, M.S.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada siswa mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi yang syarat dengan muatan nilai. Dalam konteks NKRI yang notabenya mayoritas masyarakatnya memeluk agama islam, seharusnya PAI mendasari pendidikan-pendidikan lain, serta menjadi core/inti dan primadona bagi masyarakat, orang tua, dan peserta didik. Mata pelajaran PAI juga sebaiknya mendapat waktu yang proporsional bukan hanya di madrasah atau sekolah-sekolah yang bernuansa islam, tetapi juga di sekolah umum (Abdul Majid, 2012:2).

Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah harus melalui pembelajaran. Berbagai konsep dan wawasan baru tentang proses belajar mengajar di sekolah telah muncul dan berkembang seiring dengan pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Eksistensi guru tetap penting karena peran guru tidak dapat digantikan oleh peran teknologi. Akan tetapi seorang guru juga membutuhkan teknologi sebagai alat untuk mengembangkan sebuah pendidikan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Menulis Teks Deskripsi dengan Gambar Berseri

Di lapangan ternyata masih banyak guru yang enggan melaksanakan kegiatan pembelajaran belajar aktif (active learning). Terlebih lagi peserta didik harus menyesuaikan diri akibat pergantian kurikulum dari KTSP menuju Kurikulum 2013. Hal tersebut masih mengakibatkan peserta didik masih belum mampu mengikuti pembelajaran secara maksimal. Kondisi ini juga terjadi di SMP Negeri 1 Wonopringgo, dimana guru-guru di sekolah tersebut yang sebelumnya didominasi ceramah dalam pembelajarannya sehingga menyebabkan siswa menjadi pasif dan bosan diubah menjadi pembelajaran aktif yang belum dapat diikuti peserta didik. Hal ini ditunjukkan dari indikator hasil belajar pada ulangan harian yang diperoleh rata-rata nilai mata pelajaran PAI masih ada beberapa yang dibawah KKM, yang seharusnya sebagai sekolah yang masuk nominasi percontohan harus bisa lebih dari itu.

Dari permasalahan di atas dapat dilakukan penggunaan metode pembelajaran yang lebih baik sebagai alternatif dalam menyelesaikan permasalahan ini. Dari permasalahan di atas maka penulis tertarik untuk melakukan peningkatan prestasi belajar PAI dan Budi pekerti melalui metode Jigsaw Learning.

Baca juga:  Pentingnya Pendidikan Akhlak Siswa di Madrasah

Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas pengguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (M. Faturrohman, 2015:63).

Menurut Arend model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari, dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Ameliasari, 2013:15).

Setekah diterapkan terdapat kelebihan dan kelemahan Metode Jigsaw Learning dalam meningkatkan prestasi belajar. Bila dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional, model pembelajaran jigsaw memiliki beberapa kelebihan mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar, karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya. Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat. Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat. Adapun kelemahannya adalah siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi. Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berfikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli. Siswa yang cerdas cenderung merasa bosan. Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila ada penataan ruang belum terkondiki dengan baik, sehingga perlu waktu merubah posisi yang dapat juga menimbulkan gaduh serta butuh waktu dan persiapan. (bp1/zal)

Baca juga:  Meningkatan Prestasi Belajar dengan Metode Belajar Kelompok

Guru SMPN 1 Wonopringgo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya