alexametrics

Mendongkrak Hasil Belajar Matematika dengan Teknik Ikonik

Oleh: Ali Basuki, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, USAHA untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang ingin di capai harus dilakukan oleh setiap unsur yang terlibat dalam pendidikan. Salah satu upayanya yaitu dengan melakukan pembenahan-pembenahan pada semua aspek yang terkait dalam penyelenggaraan pendidikan, diantaranya perbaikan kurikulum, metode dan pendekatan pengajaran guru, penyediaan media pembelajaran yang efektif serta pembinaan mutu tenaga guru di sekolah. Pelaku pendidikan juga perlu mengembangkan strategi yang relevan, sehingga seorang pendidik pun perlu membenahi diri dengan pengetahuan yang tepat guna.

Mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Kesesi khususnya pelajaran matematika masih terbilang kurang baik. Hal ini didasarkan atas rendahnya nilai rata-rata ujian akhir siswa dibandingkan dengan pelajaran-pelajaran lain. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya minat siswa untuk belajar matematika, adanya kesan negatif terhadap matematika, seperti matematika itu sulit dan ruwet, selain itu dalam menerangkan guru kurang dapat melakukan pendekatan yang tepat, hal ini menyebabkan kebosanan dalam diri anak.

Pada umumnya guru mengajar masih menggunakan model tradisional, tidak diberdayagunakan alat atau media pembelajaran serta sumber belajar yang optimal. Hal ini dalam pengajaran matematika tradisional guru dianggap sebagai gudang ilmu, guru bertindak otoriter, pengajaran berpusat pada guru. Guru mengajarkan materi pelajaran, membuktikan rumus, dalil, dan memberikan contoh soal. Sebaliknya, murid duduk rapi mendengarkan penjelasan, meniru cara guru dalam menyelesaikan soal-soal. Murid kurang diberikan kesempatan untuk mencari cara penyelesaian masalah dengan cara mereka sendiri. Dengan demikian, murid hanya “terima jadi” ilmu yang diberikan (Dwirahayu:2007). Pengajaran yang cenderung statis dan rutin seperti ini mengakibatkan kejenuhan pada siswa sehingga siswa menjadi kurang berminat terhadap pelajaran matematika.

Baca juga:  Implementasi E-Learning Moodle Tingkatkan Aktivitas Belajar Matematika

Teknik ikonik artinya bahan ajar disajikan dalam bentuk gambar yang merangsang siswa melakukan kegiatan penalaran seperti menguraikan, melihat hubungan, melihat perbedaan, menggolongkan. Pembelajaran dengan teknik ikonik adalah bentuk pengajaran dengan menampilkan gambar-gambar. Gambar-gambar tersebut digunakan oleh guru sebagai suatu media untuk mendukung proses belajar mengajar. Karena dengan gambar diharapkan akan dapat memberikan suatu stimulus yang menimbulkan respon positif terhadap hasil belajar. Seperti yang dikemukakan oleh Bobbi DePorter dkk bahwa “sebuah gambar akan lebih berarti daripada seribu kata. Jika anda menggunakan alat peraga dalam situasi belajar, akan terjadi hal yang menakjubkan.

Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media gambar. Media gambar dapat membantu siswa mengkonkritkan materi pelajaran khususnya matematika yang bersifat abstrak. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar dari pada tulisan, Apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai dengan persyaratan gambar yang baik.

Baca juga:  Survei Kebutuhan Kerja Siswa SMK Melalui Mentimeter

Beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh gambar yang baik agar dapat dijadikan sebagai media pendidikan adalah : (a) Autentik. Gambar tersebut harus secara jujur melukiskan situasi seperti orang melihat benda sebenamya. (b) Sederhana. Komposisi gambar hendaknya cukup jelas menunjukkan poin-poin pokok pada gambar. (c) Ukuran Relatif. Gambar dapat membesarkan atau memperkecil objek/benda sebenarnya. (d) Gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan. (e) Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Walaupun dari segi mutu kurang, gambar karya siswa sendiri seringkali lebih baik. (f) Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang baik. Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Baca juga:  Tingkatkan Prestasi Akademik Siswa melalui Pembelajaran Jigsaw dan NHT

Media ikonik berupa gambar, diagram, grafik kami terapkan pada materi bentuk aljabar . Menjumlahkan suku sejenis, dan bentuk aljabar dengan media ikonik ternyata dapat siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kesesi lebih cepat memahami materi tersebut. Pembelajaran dengan teknik ikonik yang kami terapkan di kelas VIII A SMP Negeri 1 Kesesi dapat membantu guru dalam menerangkan materi belajar dan dapat memberikan suasana baru serta meningkatkan semangat belajar siswa. Implikasinya hasil belajar matematika khususnya penilaian harian siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kesesi meningkat. (bp2/zal)

Guru Matematika SMPN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya