alexametrics

Seni untuk Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak

Oleh: Kus Yuli Winarsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengasah bakat seni anak terutama di taman kanak-kanak (TK) dapat dimulai sejak usia dini. Adapun manfaat terapeutik atau penyembuhan untuk beberapa gangguan psikologis pada anak adalah karena proses melakukan aktivitas kreatif tersebut dapat melepas energi dan emosi negatif anak.

Adapun yang dapat dilakukan oleh para pendidik taman kanak-kanak adalah mengenalkan warna dan bentuk untuk anak usia dini pada warna-warna yang ada. Seperti merah, biru, putih, dan sebagainya. Selain warna anak diperkenalkan belajar tentang bentuk-bentuk, misalnya bulat atau kotak. Pendidik dapat melakukan kegiatan membandingkan bentuk tersebut dengan mainannya. Contohnya, bentuk bulat mirip dengan bola yang sering dimainkan anak, atau bentuk kotak serupa dengan kotak mainannya.

Seni juga dapat mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini. Aktivitas menggambar ternyata bisa melatihnya mengembangkan kemampuan motorik. Awalnya, anak akan menggerakkan seluruh lengannya untuk membuat coretan tak beraturan. Lalu, akan lebih mampu mengendalikan gerakan tangannya. Coretannya pun menjadi lebih rapi dan bermakna.

Baca juga:  Pahami Materi melalui Metode Deskriptif dan Pendekatan Kualitatif

Dengan anak melakukan kegiatan melihat dan mengamati benda-benda seni di lingkungan sekitar dapat memancing kreativitasnya. Ajak anak membuat suatu hasil karya seni, bisa berupa menggambar, mewarnai, atau menempel kertas warna-warni. Berikan anak kebebasan dalam berkreasi, tidak perlu dibatasi. Sebagai seorang pendidik, tugas kita adalah cukup memperhatikan dan memandunya. Setelah selesai, pajang karya seni milik anak tersebut di papan tulis kelas.

Kegiatan seni seperti menggambar atau mewarnai dapat menjadi cara bagi anak untuk menunjukkan ekspresinya. Jika anak terbiasa berkreasi dengan seni, anak bisa meluapkan semua perasaan yang tak bisa ia ucapkan dalam wujud karya seni. Sebagai pendidik yang nantinya membuat penilaian evaluasi belajar yang disampaikan kepada orangtua, dapat menginformasikan kondisi emosi anak hanya dengan melihat hasil karya seninya putra-putrinya tersebut. Adapun ekspresi dari hasil karya anak dapat dilihat dari goresan-goresan warna yang berbeda ketika menggambar atau mewarnai saat sedang merasa senang atau sedang marah.

Baca juga:  Bermain Sains Mengenal Rasa pada Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Daring

Melakukan seni, seperti membuat lukisan, prakarya, atau menari, akan membangun kebanggaan anak terhadap diri sendiri. Apalagi jika ditambah dengan apresiasi dari pendidik, orangtua dan lingkungannya, kepercayaan diri anak akan semakin besar. Selain itu baik pendidik ataupun orang tua dapat meminta anak membuat karya seni untuk seseorang yang ia cintai, seperti anggota keluarganya, teman, saudara atau siapapun yang disukai oleh anak dengan demikian anak akan senang dan bangga saat mendengar orang yang ia berikan karya seni tersebut memuji hasilnya.
Seni juga sangat membantu bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Pada anak dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) yang sulit fokus, proses membuat karya seni bisa membuat mereka lebih tenang dan fokus saat melakukan sesuatu.

Baca juga:  Tanya Jawab dengan Variasi Media Pembelajaran, Tingkatkan Hasil Belajar

Seni juga dapat menjadi terapi ampuh untuk mengatasi anak-anak yang sedang rewel, marah, atau sedih akibat sesuatu. Alihkan perhatiannya dengan menggunakan benda seni, misalnya lilin mainan atau krayon untuk mewarnai. Mengajak anak untuk melakukan kegiatan meremas-remas lilin mainan, dan buat objek sederhana, seperti bola, sosis, atau ular. Biarkan anak meremas atau memukul-mukul lilin mainan tersebut. Selain sedang menuangkan kreativitas, anak juga tengah melepaskan energi negatif. Cara serupa dapat dilakukan dengan mewarnai menggunakan krayon atau membubuhkan warna di atas kertas, dengan cap telapak tangan atau kaki. (bp2/lis)

Guru TK Siwi Peni 05 Kota Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya