alexametrics

Mengurutkan Angka dengan Kereta Bilangan pada Kelas 1

Oleh : Maslakhah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam kenyataannya mata pelajaran matematika itu sulit untuk dipahami dan dimengerti, akibatnya rata-rata hasil belajar siswa cenderung lebih rendah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Keberhasilan pembelajaran matematika dapat diukur dengan keberhasilan peserta didik mengikuti aktivitas pembelajaran tersebut. Semakin banyak aktivitas belajar matematika, semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. Aktivitas adalah keterlibatan dalam bentuk fisik, mental dan emosional dalam kegiatan memproses pembelajaran yang diarahkan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan sikap dan nilai guna menunjang keberhasilan siswa (Dimyati dan Mudjiono, 2013: 115)

Aktivitas peserta didik yang tinggi akan menimbulkan interaksi yang baik antara guru dan peserta didik ataupun dengan peserta didik itu sendiri. Hal ini berdampak pada suasana kelas yang kondunsif dan membuat peserta didik berani tampil. Menurut Noor Latifah, (2008:18) aktivitas peserta didik adalah keterlibatan peserta didik dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar dan mengajar dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.

Baca juga:  Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi Covid-19

Menurut Paul B. Diedrich yang dikutip dalam Noor Latifah (2008) menyatakan aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut:1) kegiatan-kegiatan visual, 2) kegiatan-kegiatan lisan, 3) kegiatan-kegiatan mendengarkan, 4) kegiatan-kegiatan menulis, 5) kegiatan-kegiatan menggambar, 6) kegiatan-kegiatan motoric, 7) kegiatan-kegiatan mental, 8) kegiatan-kegiatan emosional. Dari delapan aktivitas tersebut secara umum aktivitas dibagi menjadi tiga yaitu: aktivitas fisik, aktivitas mental dan aktivitas emosional. Indikator aktivitas peserta didik yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah aktivitas fisik yang terdiri dari:menyimak penjelasan guru, menulis materi pembelajaran, maju kedepan, aktif mengerjakan LKS; aktivitas mental yang terdiri dari: melakukan kegiatan pengurutan bilangan, bertanya, menjawab pertanyaan, menyimpulkan pembelajaran; aktivitas emosional yang terdiri dari: aktif dalam pembelajaran, berani menjawab pertanyaan, teliti saat mengerjakan tugas, senang dan bersemangat dalam pembelajaran.

Baca juga:  Read Aloud untuk Siswa di Masa PTM

Untuk membantu meningkatkan aktivitas peserta didik dalam KBM, dapat dilakukan berbagai cara salah satunya penggunaan media pembelajaran. Menurut Oemar Hamalik media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses Pendidikan dan pengajaran di sekolah. Sedangkan Menurut Suprapto dkk, menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat pembantu secara efektif yang dapat digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Media yang digunakan oleh guru di SD Negeri 02 Sastrodirjan Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan adalah kereta bilangan. Media ini dapat membantu peserta dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran matematika, khususnya pembelajaran mengurutkan bilangan untuk kelas 1. Media ini berupa gambar kereta api dengan gerbongnya berupa angka. Cara penggunaan media ini cukup mudah, pertama yang dilakukan guru yakni menempel gambar keret api di papan tulis, kemudian guru meminta peserta didik maju ke depan kelas untuk mengurutkan angka pada gerbong kereta. Siswa yang dapat mengurutkn dengan benar akan mendapatkan hadiah. (bp1/ton)

Baca juga:  Mari Bercerita.....

Guru SD Negeri 02 Sastrodirjan, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya