alexametrics

Ayo Semangat Belajar Salat melalui Metode Demonstrasi

Oleh : Ruswati, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENDIDIK adalah menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap materi yang disampaikan kepada anak. Penanaman nilai-nilai ini akan lebih efektif apabila dibarengi dengan teladan yang baik dari gurunya yang akan dijadikan contoh bagi anak. Dengan demikian diharapkan siswa dapat menghayati nilai-nilai tersebut dan menjadikannya bagian dari kehidupan siswa itu sendiri. Jadi peran dan tugas guru bukan hanya menjejali anak dengan semua ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) dan menjadikan siswa tahu segala hal. Akan tetapi guru juga harus dapat berperan sebagai pentransfer nilai-nilai (transfer of values).

Menurut siswa-siswi SDN 03 Rogoselo salah satu mata pelajaran lainnya yang tidak kalah bikin pusing selain matematika adalah pelajaran Agama atau PAIBP (Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti), yaitu pada materi Ayo Kita Salat kelas 1 (satu). Sehingga penulis mempunyai keinginan untuk mengubah siswanya supaya tertarik dan aktif, dalam mengikuti pelajaran PAIBP. Karena selama ini guru dalam pembelajaran menggunakan model atau metode yang biasa saja tanpa ada tantangan yang membuat kesan menyenangkan.

Baca juga:  Penguatan Pendidikan Karakter melalui Discovery Learning

Akhirnya penulis menerapkan sebuah metode yang belum pernah diterapkan di SDnya yaitu metode Demonstrasi. Menurut pendapat Syaiful Bahri (2008: 210), metode demonstrasi menampilkan proses suatu benda maupun peristiwa yang dicontohkan oleh guru atau pengajar sehingga peserta didik dapat memahami dengan lebih mudah. metode ini dipakai untuk mempertunjukkan sebuah proses atau bagaimana suatu benda bisa bekerja yang berkaitan dengan bahan pembelajaran.

Menurut Hasibuan dan Mujiono (1993: 3) langkah-langkah metode pembelajaran demonstrasi adalah sebagai berikut: Pertama, Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan. Kedua, Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan. Ketiga, Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal. Keempat, Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas. Kelima, Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya. Keenam, Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi. Ketujuh, Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan, keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa, alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas, telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya. Kedelapan, Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa mencoba melakukan demonstrasi.

Baca juga:  Bandicam Mudahkan Memahami Dinamika Persatuan dan Kesatuan

Setelah penerapan metode demonstrasi dilaksanakan pada SDN 03 Rogoselo maka siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran, sebab siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi. Dan dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. (bp2/zal)

Guru PAIBP SDN 03 Rogoselo, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya