alexametrics

Pendidikan Karakter oleh Guru BK di Masa Pandemi

Oleh : Usanto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Maraknya pemberitaan media massa tentang kasus korupsi, terorisme, tawuran antarpelajar dan berita kriminal lain lebih mudah dijumpai dibanding berita positif tentang prestasi yang diperoleh bangsa Indonesia. Hal ini dinilai sebagai salah satu indikator kegagalan pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai perkembangan zaman.

Pendidikan juga belum berhasil mencetak hasil yang memiliki karakter tangguh, kritis, demokratis, mandiri, berani dan kompetensi positif lainnya. Selain itu juga terbukti dengan masih banyak lulusan SMA hingga sarjana dari berbagai jurusan keahlian yang sulit mendapatkan pekerjaan dan kurang bisa bersaing.

Pengamat pendidikan menilai bahwa sekolah lebih fokus pada perkembangan siswa dalam ranah kognitif seperti prestasi belajar, pemahaman materi pelajaran dan transfer ilmu pengetahuan. Tetapi pendidikan nonkognitif yang ditujukan untuk membangun karakter masyarakat yang tangguh dipinggirkan.

Karakter sebuah bangsa adalah identitas dan kekuatan dari bangsa itu sendiri, untuk meraih cita cita bangsa yang ingin dicapai. Sebuah karakter tidak begitu saja terbentuk akan tetapi dibutuhkan usaha dan pengorbanan dari berbagai elemen bangsa. Karakter seorang individu terbentuk sejak dia kecil karena pengaruh genetik dan lingkungan sekitar.

Baca juga:  Kuliah Sesungguhnya Tak Seindah di Serial Drama TV

Proses pembentukan karakter, baik disadari maupun tidak, akan mempengaruhi cara individu tersebut memandang diri dan lingkungannya dan akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari. Dunia pendidikan sebagai salah satu yang berperan penting dalam proses pembentukan karakter, walaupun sekarang kita sedang mengalami pandemi Covid-19 seperti ini dan pembelajaran untuk sementara menggunakan daring atau pembelajaran jarak jauh, pendidikan karakter harus tetap berjalan.

Sekolah harus terus berinovasi dan konsisten melaksanakan kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), sehingga akan menghasilkan output siswa yang religius, memiliki jiwa nasionalisme atau semangat kebangsaan, memiliki kemandirian, suka bergotong royong dan memiliki integritas tinggi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.

Pembelajaran melalui daring di masa pandemi juga pembentukkan karakter pada diri siswa saat ini mengharuskan guru, siswa, dan orangtua berperan aktif dalam pembentukkan karakter. Guru BK sebagai salah satu elemen penting dalam dunia pendidikan juga harus ambil bagian dalam pendidikan karakter. Walaupun pembelajaran masa pandemik dilaksanakan secara daring akan tetapi pendidikan karakter tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan media elektronik yang ada saat ini. Di SMAN 1 Subah salah satunya dilakukan melalui google form yang selanjutnya dibagikan lewat google classroom. Pada form tersebut bisa dimasukkan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing siswa untuk melakukan kegiatan yang dapat menumbuhkan karakter positif, misal kegiatan keagamaan yang dilakukan setiap hari, membantu orang tua, atau kegiatan olahraga dan lain-lainnya.

Baca juga:  Latihan Speed Ladder Tingkatkan Kebugaran Jasmani

Tidak terlalu banyak pertanyaan karena siswa juga sudah mendapatkan tugas dari guru mapel sehingga tidak menambah beban siswa. Hasil masukan dari siswa kemudian diteruskan lagi kepada orang tua dengan harapan mendapatkan umpan balik dari orang tua atau minimal pemberitahuan kepada orang tua akan aktivitas anak pada hari tersebut. Cara ini bisa jadi kurang berdampak besar, akan tetapi merupakan sebuah usaha pantang menyerah mengingat keterbatasan untuk tatap muka dengan siswa.

Dengan pendidikan karakter output pendidikan diharapkan memiliki akhlak, moral, sikap, atau kepribadian yang baik, yang tidak kalah penting adalah pendidikan karakter dapat membangun potensi-potensi karakter positif yang dimiliki siswa. Siswa tidak hanya sopan, beriman dan memiliki karakter normatif, tetapi juga memiliki karakter yang dapat bersaing secara global di era milenial seperti mandiri, percaya diri, tangguh dan lain sebagainya. (pai1/lis)

Baca juga:  Belajar Flora dan Fauna dengan Membuat Kliping

Guru BK SMAN 1 Subah, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya