alexametrics

Mind Mapping Solusi Meningkatkan Pemahaman tentang Hak dan Kewajiban

Oleh : Dina Wijayanti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah salah satu muatan dalam pembelajaran tematik. PPKn sering dianggap sulit karena banyak menghafal. Hal ini terjadi juga pada siswa kelas VI SD Negeri Reban, Kabupaten Batang. Siswa kurang tertarik belajar tentang hak dan kewajiban, sehingga hasil belajar menjadi rendah. Ketidaktertarikan siswa pada pembelajaran disebabkan karena guru hanya menjelaskan materi dengan metode ceramah, sehingga siswa hanya mendengar dan mudah lupa. Dari tiga puluh dua siswa, hanya lima belas siswa yang mencapai KKM.

Pada pembelajaran hak dan kewajiban, siswa mengalami kesulitan dalam menganalisa pelaksanaan hak dan kewajiban. Siswa sering salah membedakan contoh pelaksanaan hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Sebagai solusi mengatasi kesulitan siswa, guru menerapkan metode mind mapping.

Mind mapping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran yang terorganisasi secara visual dari ide dan konsep. Menurut Buzan (2007) mind mapping juga merupakan cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran individu. Dengan mind mapping siswa lebih mudah mengingat secara detail. Karena dengan mind mapping kita belajar mengoptimalkan otak kanan yang melibatkan imajinasi, visualisasi, kreativitas, dan berhubungan langsung dengan otak bawah sadar sehingga lebih mudah diingat. Mind mapping akan memudahkan siswa dalam memahami dan mendeskripsikan tentang pelaksanaan hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.

Baca juga:  Mind Mapping Tingkatkan Hasil Belajar IPA

Dalam pembuatan mind mapping siswa dapat berkreasi memilih bentuk, warna sesuka hati. Dengan pemilihan warna dan bentuk sesuai pilihan siswa, siswa akan teringat dengan apa yang ditulis atau digambar. Hal tersebut membantu siswa dalam menanamkan materi tentang hak dan kewajiban.

Cara membuat mind mapping tentang hak dan kewajiban sangat mudah. Pertama siswa akan membuat mind mapping tentang hak. Siswa menulis topik utama, yaitu hak, kemudian membuat deskripsi tentang hak. Deskripsi tersebut ditulis di bagian tengah. Langkah selanjutnya membuat tanda panah ke tiga arah. Digunakan untuk menuliskan pelaksanaan hak di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Pada masing-masing bagian, dibuat beberapa anak panah lagi untuk menyebutkan beberapa contoh pelaksanaan hak. Pelaksanaan hak di masing-masing tempat, di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Selanjutnya membuat mind mapping untuk kewajiban. Cara membuatnya sama, pada bagian tengah ditulis topik kewajiban beserta deskripsinya. Kemudian dibuat tiga buah anak panah untuk menuliskan pelaksanaan kewajiban di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Pada masing-masing bagian, dibuat beberapa anak panah lagi untuk menyebutkan beberapa contoh pelaksanaan kewajiban. Pelaksanaan kewajiban di masing-masing tempat, di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.

Baca juga:  Meningkatkan Kompetensi Sistem AC dengan Strategi Konsep Siklus Air Hujan

Setelah pembelajaran tentang hak dan kewajiban menggunakan mind mapping, pemahaman siswa terhadap hak dan kewajiban meningkat. Siswa tidak lagi salah dalam membedakan hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Hasil belajar juga meningkat, dua puluh delapan dari tiga puluh dua siswa sudah mencapai KKM.

Penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar pada materi hak dan kewajiban. Selain itu juga kualitas pembelajaran juga meningkat, sehingga belajar lebih menyenangkan. Jadi, metode mind mapping tepat digunakan dalam pembelajaran hak dan kewajiban. (pai2/ton)

Guru SD N Reban, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya