alexametrics

Aplikasi Bandicam pada PJJ, Kegiatan Kiite Iimashou Lebih Praktis dan Menyenangkan

Oleh : Ina Fitriyawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar bahasa asing khususnya bahasa Jepang diperlukan penguasaan terhadap empat kompetensi dasar, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Di masa pandemi Covid-19 ini kegiatan belajar mengajar secara tatap muka jelas belum bisa dilaksanakan. Dikhawatirkan penyebaran Covid-19 akan semakin meluas. Oleh karena itu satuan pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui sistem daring atau di kenal dengan sebutan pembelajaran jarak jauh.

Pada pembelajaran bahasa Jepang kegiatan belajar mengajar secara live atau online sangat diperlukan untuk melatihkan kegiatan kiite iimashou. Pada bagian ini peserta didik diperdengarkan pelafalan kosakata bahasa Jepang secara benar oleh audio native speaker atau penutur asli bahasa Jepang yang kemudian peserta didik akan melatihkannya secara mandiri dengan mengucapkan kosakata tersebut sesuai kaidah bahasa Jepang. Pada kenyataannya kegiatan belajar mengajar secara live atau online cukup memberatkan peserta didik dalam hal penggunaan kuota internet.

Kegiatan kiite iimashou dilaksanakan pada saat pengenalan kosakata baru di setiap BAB dalam buku Nihongo Kirakira yang digunakan penulis sebagai buku pegangan mengajar peserta didik kelas X, XI dan XII di SMA Negeri 16 Semarang. Kiite iimashou sendiri berasal dari kata “kikimasu” yang berarti “mendengarkan” dan iimasu” yang berarti “berbicara atau pengucapan”. Pelaksanaan kegiatan kiite iimashou pada saat live membutuhkan waktu yang cukup lama karena kegiatan tersebut merupakan pengenalan beberapa kosakata baru disertai pola kalimat dasar dengan memperdengarkan audio native speaker yang harus dipahami oleh peserta didik sampai pada tahap pelatihan pelafalan kosakata dan pola kalimat dasar bahasa Jepang secara mandiri. Sehingga pada pembelajaran jarak jauh melalui live peserta didik membutuhkan penggunaan kuota internet yang cukup besar.

Baca juga:  Scientific Approach Tingkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa SD

Pada kegiatan PJJ penyampaian materi melalui video recorder bisa dijadikan alternatif yang cukup bermanfaat dalam hal penghematan kuota. Salah satu aplikasi video recorder yang cukup populer adalah Bandicam. Melalui aplikasi Bandicam ini penulis bisa melaksanakan kegiatan live secara offline untuk waktu yang cukup panjang dan tidak memberatkan kuota internet peserta didik karena video live offline tersebut setelah disimpan di dalam handphone atau PC bisa diputar berulang-ulang secara mandiri oleh peserta didik sampai benar-benar memahami materi yang disampaikan.

Menurut Wikipedia, Bandicam merupakan utilitas tangkapan layar dan perekaman layar sumber tertutup yang awalnya dikembangkan oleh Bandisoft dan kemudian oleh Bandicam Company dikembangkan sebagai aplikasi yang dapat mengambil tangkapan layar atau merekam perubahan layar.

Baca juga:  Aplikasi Quizziz dalam Pembelajaran Daring Bahasa Jepang Materi Huruf Hiragana

Salah satu fungsi dari mode Bandicam adalah mode Screen Recording, yang bisa digunakan untuk merekam area tertentu di layar PC.

Proses perekaman kegiatan penyampaian materi melalui aplikasi Bandicam pertama-tama penulis mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam bentuk PPT disertai audio native speaker untuk kegiatan kiite iimashou pada saat pengenalan kosakata baru dan pola kalimat dasar. Kemudian penulis merekam kegiatan penyampaian materi secara keseluruhan dengan aplikasi Bandicam. Setelah semua kegiatan perekaman selesai video tersebut dishare ke grup WA masing-masing kelas sesuai materi yang di sampaikan. Adakalanya video rekam ini di upload ke youtube channel agar materi pembelajaran bisa tersimpan dengan rapi dan urut sesuai bab yang dapat dijadikan pegangan belajar peserta didik secara mandiri jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Baca juga:  Belajar PAI Lebih Asyik dengan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray

Setelah dilaksanakan penyampaian materi secara offline melalui aplikasi video recorder Bandicam, penulis merasakan meningkatnya minat belajar peserta didik yang terlihat pada peningkatan nilai hasil belajar. Namun demikian, jika masa pandemi Covid-19 ini masih panjang dan belum bisa dilaksanakannya pembelajaran tatap muka maka sebagai guru, penulis merasa masih harus mengembangkan lagi variasi pembelajaran daring yang praktis dan menyenangkan agar peserta didik bisa menerima pembelajaran jarak jauh dengan semangat dan antusias. (pai1/lis)

Guru Bahasa Jepang SMA Negeri 16 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya