alexametrics

Berkreasi dengan Teknologi di Masa Pandemi

Oleh: Isma Purwani, S. Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KURANG lebih 8 bulan berlalu, namun pandemi virus corona atau covid-19 masih saja belum hilang dari bumi ini termasuk di negara Indonesia. Hal ini menyebabkan aktivitas di berbagai bidang khususnya di dunia pendidikan belum sepenuhnya kembali normal. Sampai saat ini masyarakat merasa khawatir sehingga mereka melakukan isolasi mandiri di rumah atau membatasi diri beraktivitas di luar rumah. Banyak masyarakat khawatir karena penularan virus corona sulit diprediksi bahkan obat penawar virus belum ditemukan dan menjadi penyebab kematian yang paling tinggi. Pembatasan interaksi sosial dapat mengurangi merebaknya virus.

Mengacu pada Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Pandemi Covid-19 dan diperkuat dengan Surat Edaran SEKJEN Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama Covid-19. Berdasarkan Surat Edaran tersebut maka proses pembelajaran di sekolah kami SMPN 2 Pabelan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang umumnya dikenal dengan Pembelajaran Daring/Online. Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan BDR adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan pelayanan selama darurat covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk covid-19, mencegah penyebaran dan penularan covid-19 di satuan pendidikan.

Baca juga:  “Examples Non Examples” Tingkatkan Motivasi Belajar Materi Pengawetan HMT

Untuk menunjang pembelajaran daring/online yang dilakukan di SMP N 2 Pabelan, mengadakan In House Training tentang penggunaan aplikasi google yang diikuti oleh semua guru. Aplikasi google yang digunakan diantaranya google forms, google classroom, zoom meeting, dan media sosial whatsapp. Tentunya didukung dengan sarana smartphone, laptop, maupun jaringan internet. Begitu juga para peserta didik untuk mengikuti pembelajaran secara daring harus memiliki sarana seperti yang dimiliki oleh guru. Bagi peserta didik yang tidak memiliki smartphone maupun masalah jaringan internet bisa melalui SMS atau dating ke sekolah mengambil tugas yang harus dikerjakan di rumah tanpa mengesampingkan protokol kesehatan. Tentunya pada awal pembelajaran daring/online pasti ada kendala yang dihadapi oleh para peserta didik, baik itu pada saat masuk ke aplikasi google maupun masalah jaringan internet. Namun dengan adanya aplikasi whatsapp maupun SMS peserta didik dengan mudah bertanya kepada guru. Guru sangat terbuka kepada peserta didik dalam membimbing penggunaan aplikasi untuk menyelesaikan tugas yang disampaikan. Selain itu, penggunaan berbagai aplikasi ini dapat membuat pembelajaran model daring atau online akan lebih efektif, dapat dengan mudah menyampaikan materi dan tugas. Begitupun peserta didik dapat mengaksesnya dengan mudah.

Baca juga:  Motivasi Guru Turut Meningkatkan Semangat Belajar Siswa

Ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan BDR di rumah, bagi guru: Guru memiliki aplikasi google, diantaranya google forms, google classroom, zoom meeting, maupun whatsapp. Guru mempersiapkan bahan ajar maupun tugas-tugas yang akan diunggah. Melalui aplikasi whatsapp, guru mengajak peserta didik membuka laman web yang telah di share guru. Guru memonitoring siswa dan memberikan penjelasan kepada peserta didik jika mengalami kesulitan. Guru mengunduh hasil tugas peserta didik dan nilai peserta didik.

Bagi peserta didik: Peserta didik memiliki aplikasi whatsapp dan masuk ke dalam grup yang telah dibuat oleh guru. Peserta didik memiliki aplikasi google classroom dan masuk ke dalam kelas yang dibuat oleh guru. Peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai jadwal. Peserta didik mengerjakan tugas melalui laman web yang telah di share oleh guru melalui aplikasi whatsapp. Peserta didik mempersiapkan buku pelajaran saat mengerjakan tugas, apabila mengalami kesulitan bisa mencari di internet atau bertanya kepada guru.

Baca juga:  Mendorong Kreatifitas dengan Ekstrakurikuler Berbasis Sainspreneur

Dengan sistem pembelajaran daring/online ternyata memiliki dampak yang positif di dunia Pendidikan Indonesia sehingga sedikit lebih maju, salah satunya kemajuan memanfaatkan teknologi yang ada untuk pembelajaran. Dengan begitu, peserta didik tidak sekedar membaca materi pembelajaran, namun bisa mengembangkan kemampuan, keterampilan, maupun bakat yang dimiliki. Ilmu pengetahuan siswa tidak hanya sebatas di buku materi, namun bisa dikembangkan dengan cara mencari di internet sehingga pembelajaran siswa menjadi lebih optimal. (bw1/zal)

Guru SMPN 2 Pabelan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya