alexametrics

Asyiknya Belajar Persilangan Monohibrid dengan Pankoteka

Oleh : Windarti Dyah Permata, S.Pd.,M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid-19 ini, pembelajaran tidak memungkinkan secara tatap muka, tetapi melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pembelajaran jarak jauh(PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajaranya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi dan media lainya. (UU Sisdiknas, 2003).

Pembelajaran yang dilakukan dengan jarak jauh, bukanlah sesuatu yang mudah dilaksanakan, apalagi jika tidak ada pengawasan dan bimbingan dari orang tua. Kemalasan dan kejenuhan adalah sumber utama sebagai alasan bagi peserta didik untuk tidak mengerjakan tugas dan belajar. Kebosanan yang dirasakan peserta didik juga disebabkan guru belum memanfaatkan media pembelajaran yang inovatif. Di tengah kejenuhan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh, mereka sangat membutuhkan media yang bisa berfungsi untuk belajar dan bermain.

Baca juga:  Pembelajaran Mastery Learning Tingkatkan Pemahaman Materi Keliling Lingkaran

Dalam kegiatan pembelajaran, guru sudah menyadari pentingnya media pembelajaran, akan tetapi media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPA hanya sebatas video dan power point. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi guru juga membutuhkan kemampuan dalam menyampaikan materi pembelajaran yang mampu dipahami oleh siswa, dan kondisi ini memerlukan media yang konkrit. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pelajaran), sehingga dapat menarik perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Sardiman, 2007). Menurut Satrianawi (2018), manfaat media pembelajaran yaitu:1) mampu mendorong minat belajar siswa; 2) materi yang bersifat abstrak menjadi konkrit; 3) situasi belajar menjadi lebih interaktif.

Berdasar latar belakang masalah yang dimiliki peserta didik, terutama di SMP Negeri 1 Tengaran, maka ini merupakan suatu tantangan bagi penulis untuk melakukan kreativitas, penggunaan media pembelajaran. Pembelajaran materi Persilangan Monohibrid kelas IX semester 1, di SMP Negeri 1 Tengaran, merupakan materi yang bersifat abstrak yang sulit dipahami peserta didik. Materi pembelajaran yang bersifat abstrak ini, mendorong penulis untuk menciptakan media pembelajaran yang inovatif. Media yang digunakan penulis pada materi persilangan Monohibrid, adalah media Pankoteka yang merupakan akronim dari Papan Kotak Genetika.

Baca juga:  Belajar Asyik Sistem Ekskresi dengan Permainan Truth or Dare

Melalui video pembelajaran guru melakukan tutorial, cara penggunaan media Pankoteka yaitu:1) siapkan papan, buatlah 8 lajur dan 5 baris, sehingga terbentuk 40 kotak, siapkan juga 2 gelas diberi label A dan B; 2) buatlah potongan kertas Origami warna merah yang ditulis huruf (M), dan kertas warna putih ditulis huruf (m), dengan ukuran 1cm X 1cm, masing-masing berjumlah 40 buah; 3) kertas warna merah model gen warna kulit merah dominan, kertas warna putih, model gen kulit warna putih, resesif. Gelas A model gamet jantan, gelas B model gamet betina; 4) masukkan 20 model gen warna merah (M) dominan dan 20 model gen warna putih (m) resesif kedalam gelas A, demikian juga pada gelas B; 5) kita ambil 1 kertas pada masing-masing gelas, letakkan di papan pada kotak pertama, kegiatan ini dilakukan sampai pada kotak ke-40; 6) kemudian dihitung dan akan didapat ekspektasi perbandingan Fenotif Merah: Putih = 3:1, dan ekspektasi perbandingan Genotif MM;Mm:mm = 1:2:1. Itulah pembelajaran persilangan monohibrid dengan menggunakan media Pankoteka, meningkatkan semangat belajar anak. (bw1/ton)

Baca juga:  Metode Kooperatif Tipe Stad Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Guru IPA SMP Negeri 1 Tengaran

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya