alexametrics

Mendorong Keterbukaan Siswa Pendiam dengan Diskusi Kecil

Oleh : Sri Haryati S.Pd.Sd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SETIAP anak di kelas itu unik. Karena memiliki karakteristik yang berbeda. Pembawaan, sikap, perilaku, serta nilai kepribadian lain adalah lekatan individu yang khas. Hal-hal semacam inilah yang harus menjadi pemahaman bagi setiap guru. Dengan pemahaman demikian, maka guru akan bijak mendorong anak didiknya sesuai apa yang seharusnya didapatkan.

Bukan pemaksaan atau justifikasi keseragaman yang justru akan mengerdilkan peran mereka sebagai individu pada komunitas sosialnya. Salah satu pembawaan anak adalah malu berbicara di depan umum. Mereka cenderung pendiam dan introvert. Anak yang pendiam bukanlah anak yang tidak memahami sesuatu. Pepatah lama menyatakan air beriak tanda tak dalam, air nan dalam kadang menghanyutkan.

Mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi di dalam kelas bisa menjadi rumit jika menyangkut anak yang cenderung menghindari berbicara. Mereka cenderung menarik diri tanpa menghiraukan kanan kiri yang mengangkat tangan dan berbagi ide untuk dibagikan di dalam kelas.

Baca juga:  Cerdas Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh dengan WAG dan FBG

Penulis memiliki satu siswa, sebut saja Yasmin, jarang berbicara pada bulan-bulan pertama di kelasnya. Namun penulis tahu, sejatinya dia memiliki banyak ide untuk dibagikan. Penulis berusaha mencari cara untuk membuatnya aktif di dalam kelas. Namun demikian, penulis tetap berhati-hati karena memaksa anak yang pemalu dan introvert untuk menjadi warga kelas yang partisipatif, bisa menjadi benih traumatik. Kemungkinan terburuknya, tidak akan mencapai hasil yang diharapkan.

Sama sekali tidak ada yang salah menjadi seorang introvert. Namun demikian, amatlah penting bagi anak-anak untuk memiliki keterampilan yang mereka perlukan ketika harus berbagi. Saat mendorong siswa berpartisipasi, perlu memastikan mereka merasa aman berkontribusi di kelas. Yakni hidup dalam budaya yang lebih menghargai ekstroversi. Anak-anak introvert akan secara jeli memperhatikan dinamika kelas. Mereka akan menilai, apakah kelas tersebut dapat menjadi tempat yang aman baginya untuk mengekspresikan diri. Mereka juga berpikir, apakah kesalahan yang mungkin ia lakukan akan ditertawakan? Bagi anak introvert, penilain buruk orang-orang di sekitarnya tetap dipandang sebagai kejadian yang bisa terulang. Inilah yang melahirkan traumatik pada mereka. Cara terbaik agar setiap anak mau berpartisipasi adalah dengan menetapkan aturan standar. Aturan yang mendorong setiap anak mencoba yang terbaik. Seperti mengangkat tangan ketika ada yang ingin mengatakan sesuatu dan tidak dengan cara memanggil.

Baca juga:  Konsep Edupreneurship di SDN Karanggeneng 01

Setelah penetapan aturan bersama, langkah selanjutnya menciptakan diskusi kelompok kecil. Model ini akan memberikan lebih banyak kesempatan bagi semua siswa untuk berpartisipasi. Persaingan antarsiswa lebih sedikit, dan aliran diskusi bisa lebih inklusif karena hanya melibatkan sedikit orang. Untuk siswa yang lebih introvert, diskusi semacam ini bisa terasa lebih nyaman dibandingkan ketika harus berbicara di depan teman sekelas. Dalam diskusi mini, mereka hanya perlu menghadapi beberapa orang teman. Cara ini akan membuat mereka lebih berani jika nantinya harus berbicara di depan seluruh kelas. Karena mereka telah memiliki kesempatan untuk menyusun ide-idenya dengan kelompok diskusinya.

Strategi ketiga adalah model pertemanan. Kita harus mampu menelaah, dengan teman yang mana anak pendiam merasa nyaman. Pasangkan mereka untuk mendiskusikan subjek atau tugas tertentu yang sedang dihadapi. Kemudian, mintalah mereka berbagi di depan kelas bersama pasangannya. Perlakuan pada anak-anak pendiam perlu memperhatikan soal waktu dan ide yang seharusnya mereka bagikan di dalam kelas. Hal ini bertujuan agar mereka mampu memiliki kesiapan prima pada saatnya. Hindari meminta mereka secara mendadak untuk mengemukakan ide. Dengan menggunakan sejumlah strategi ini di kelas, Yasmin menjadi siswa yang berangsur meninggalkan kependiamannya. (bp2/ida)

Baca juga:  Diskusi Terprogram Dorong Keberanian Siswa Bertanya

Guru SDN 01 Tegalontar, Sragi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya