alexametrics

Dengan Audio visual Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Oleh : Ragil Yuli Kusyati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIK di zaman sekarang benar-benar diuji, baik tingkat kesabarannya maupun keterbatasan sarana prasarana sekolah. Meski begitu, guru dituntut untuk memeras otak, mencari jalan keluar atau terobosan. Apalagi siswa milenial sekarang, sudah tidak cocok mendapatkan pembelajaran dengan cara konvensional, seperti ceramah, mencatat dan latihan soal. Bahkan, jika metode lama dipaksakan, siswa justru banyak yang pasif, mengantuk, ngomong dengan sesama temannya, dan hasil belajar siswa tak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Karena itulah, dalam upaya menyukseskan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), penulis berupaya menerapkan metode audio visual untuk menarik minat siswa. Apalagi media audio visual lebih fokus pada indera penglihatan dalam menyampaikan pesan pembelajaran. Contoh, media cetak seperti buku modul, jurnal, poster, dan peta model seperti globe bumi. Bahkan, dengan media realitas dari alam sekitar. Media audio, hanya melibatkan indera pendengaran siswa. Dengan begitu, pesan dan informasi yang diterimanya berupa pesan verbal. Contoh, bahasa lisan dan pesan non verbal dalam bentuk bunyi-bunyian, musik, dan bunyi tiruan.

Baca juga:  Belajar Asyik dengan Model Guided Discovery Learning

Tujuan pengajaran yang ingin dicapai, ketepatgunaan, kondisi siswa, ketersediaan, perangkat keras dan perangkat lunak, mutu teknis dan biaya-biaya (Basyruddin, 2002;15). Oleh sebab itu, beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan sesuai pertimbangan pemilihan media pembelajaran sebagai berikut, 1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu gabungan dari dua atau tiga ranah, kognitif, afektif dan psikomotorik. 2) Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta dapat membantu proses pengajaran secara efektif. 3) Ketebatasan media di sekolah memungkinkan bagi guru mendesain sendiri medianya.

Hal tersebut merupakan gambaran media yang tepat pada masa pandemi Covid-19. Media sebagai alat bantu mengajar merupakan alat bantu auditif, visual dan audio visual. Kelebihan kegunaan media audio visual adalah, pembelajaran sama dengan pengajaran audio dan visual. Yakni, a) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). b) Mengatasi perbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar film bingkai, film, atau model. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film binkai, film atau gambar, gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman, film, bingkai, foto, maupun secara verbal. Objek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model diagram. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi) atau gempa bumi dapat divisualkan dalam bentuk film, video, gambar dan lainnya. Media audio visual bisa berperan dalam pembelajaran tutorial (Musfiqon, 2012:81). (bp2/ida)

Baca juga:  Belajar Transformasi Menarik dengan Powtoon

Guru IPA SMPN 5 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya