alexametrics

Membangun Sikap Proaktif-Antisipatif Penularan Penyakit melalui Pembelajaran Biologi Kontekstual

Oleh: Wahyu Haryatno, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Efek pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua aspek kehidupan memunculkan narasi dan perspektif baru pentingnya berdamai, mengenal lebih jauh karakter sebuah makhluk yang tidak kasat mata (unvisible). Makhluk unvisible itu mikroskopik karena ukurannya yang sangat kecil bahkan berawalan nano.

Salah satu makhluk yang miroskopik dan destruktif masa kini dan menjadi trending topik adalah virus SAR-Corona yang menyebabkan pandemi ini. Penyebaran virus korona ini sangat cepat dan masif seakan-akan mampu menembus berbagai upaya antisipasi yang telah diupayakan. Lalu bagaimana membangun sikap proaktif-antisipatif peserta didik dalam pembelajaran biologi agar antisipatif terhadap penyebab dan pola penularan Covid-19?

Salah satu kompetensi sikap pada pembelajaran biologi adalan membangun sikap responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi ecara efektif dengan lingkungan sosial dan alam. Aspek pengetahuan dan keterampilan yang terkait adalah menganalisis struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan (KD. 3.4) dan melakukan kampanye tentang bahaya virus dalam kehidupan (KD. 4.4).

Baca juga:  Pendidikan Anti Korupsi melalui Penanaman Nilai-Nilai Kristiani

Sikap sebagai suatu kondisi seseorang baik secara fisik maupun psikis untuk melakukan atau mengikuti suatu rangkaian tindakan atau perbuatan atau perlakuan dengan sadar.

Virus merupakan jenis organisme renik yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) yang dilindungi lapisan tersusun dari protein dan minyak yang dikenal sebagai lipid. Virus ini juga membutuhkan inang sebagai tempat berkembang biak. Ada beberapa tahapan dalam replikasi virus. Yaitu tahap adsorpsi (penempelan) virus pada inang, tahap injeksi (masuknya) asam inti ke dalam sel inang, tahap sintesis (pembentukan), tahap perakitan, dan tahap litik (pemecahan sel inang).

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning, CTL) merupakan suatu pendekatan pembelajaran ketika guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya, situasi nyata dalam kehidupan mereka, sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pembelajaran kontekstual, CTL mengasumsikan secara natural pikiran mencari makna konteks sesuai situasi nyata lingkungan pembelajar melalui proses pencarian hubungan logis dan kebermaknaan atau manfaatnya yang akan menghasilkan dasar-dasar pengetahuan dan retensi yang lebih mendalam.

Baca juga:  Mengefektifkan Belajar Materi Pewarisan Sifat dengan Resitasi

Dalam pembelajaran kontekstual lebih ditekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya, 2005:109).

Terkait pembelajaran biologi dengan pendekatan kontekstual ini, inti kegiatannya adalah penyampaian kompetensi dan tujuan yang hendak dicapai. Kemudian peserta didik diajak menggali informasi (berliterasi) dan bereksplorasi dari berbagai sumber baik media cetak maupun online mengenai penyebab penyakit Covid-19. Masa inkubasi yang merupakan masa replikasi virus dari saat seseorang terpapar virus sampai imunitas tubuh orang itu terganggu dan munculnya gejala penyakit. Pola migrasi virus sampai ke orang lain (penularannya). Media penularan dan akibat-akibatnya apabila penyakit itu tidak segera ditangani.

Baca juga:  Revolusi Pendidikan melalui Pemanfaatan Akun Pembelajaran belajar.id

Setelah itu, peserta didik berelaborasi, mengasosiasikan informasi hasil eksplorasinya dengan konsep yang ada di buku ajar, atau berselancar dalam jaringan terkait dengan struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan. Bagian akhir pembelajaran dapat diberikan refkeksi mengenai sikap dan rencana tindakan apa yang dapat dilakukan untuk menyikapi permasalahan pandemi.
Dengan pembelajaran biologi yang demikian akan terbangun sikap proaktif-antisipatif dalam diri peserta didik dan memberikan pemahaman cerdas dalam menghadapi pandemi. Peserta didik dapat menggunakan pengetahuannya untuk menyelesaikan masalah-masalah baru yang muncul dan belum pernah dihadapi sebelumnya dengan memadukan materi pelajaran yang telah diterimanya di sekolah, dengan peningkatan pengalaman dan pengetahuannya dengan pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. (ud2/lis)

Guru Biologi SMAN 1 Bringin, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya