alexametrics

Belajar Matematika dengan Daring Kombinasi

Oleh : Dwi Marheni

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Virus Covid-19 telah menyebar dengan cepat. Berbagai sektor terdampak. Termasuk dunia pendidikan. Untuk mencegah dan meminimalisasi penyebaran Covid-19 pemerintah terpaksa melakukan kebijakan social distancing atau physical distancing (jaga jarak secara fisik). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem A Makarim yang lebih akrab di panggil Mas Mentri merespon kebijakan pemerintah tersebut dengan kebijakan belajar dari rumah (BDR), belajar melalui daring.

Banyak guru kalang kabut dengan kebijakan ini. Penulis yang mengajar mapel matematika di SMP Negeri 39 Semarang juga sempat merasakan kebingungan. Bagaimana tidak, matematika dianggap mata pelajaran yang sulit. Bahkan dianggap momok bagi peserta didik. Tidak dipungkiri matematika merupakan salah satu pelajaran di sekolah yang dinilai sangat memegang peranan penting. Matematika dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam berfikir secara logis, kritis, cermat, efektif dan efisien serta kemampuan berlogika yang kelak akan diterapkan di kehidupan para peserta didik.
Belajar matematika yang ketemu langsung dan berinteraksi secara langsung saja hasilnya belum maksimal, apalagi kalau pembelajarannya dilakukan secara daring, jarak jauh dan tidak bertatap muka. Padahal interaksi guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran sangatlah penting.

Baca juga:  Pembelajaran Mengenal ASEAN dengan Roda Putar

Di masa pandemi ini ada hikmah positif yang bisa kita petik, misalnya kita menjadi lebih kreatif. Banyak moda daring yang bisa kita pilih dalam pembelajaran yang masing-masing tentunya punya kelebihan dan kekurangan. Di awal BDR penulis pilih moda daring mengambil video dari Youtube.

Tinggal pilih video kita sesuaikan materi yang akan diajarkan saat itu lalu unggah di Google Classroom atau siswa diberi kebebasan memilih video. Guru memang tidak terlalu repot. Tapi kenyataannya siswa mengalami kesulitan. Di samping membutuhkan kuota yang besar – kuota menjadi kendala dan masalah bagi mereka sebelum mendapatkan kuota dari Kemendikbud- mereka juga kurang memahami isi dari video tersebut.

Tidak ada komunikasi dua arah. Lalu bagaimana guru mengatasi hal ini? Moda daring tersebut bisa dikombinasikan dengan WAG (Whats App Group ) yang sudah dibentuk sebelumya. Di luar jam pelajaran yang terbatas guru dengan ikhlas melayani peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.

Baca juga:  PJJ Menyenangkan dengan Tugas Proyek

Di samping itu, juga digunakan video pembelajaran kreasi guru sendiri. Baik yang menggunakan aplikasi Kine Master atau video pembelajaran biasa tanpa aplikasi. Memang pandemi menjadi kita lebih pintar.

Dalam pembuatan video, guru berperan multiganda. Di antaranya sebagai sutradara dan penulis skenario, karena guru yang merancang dan mengatur proses pembuatan dan isi video. Disamping itu juga berperan sebagai pemain atau aktor, karena gurulah yang menyampaikan isi dari skenario pembelajaran.

Guru yang semula tidak biasa akting di depan kamera, terpaksa harus akrab dengan kamera. Selain itu guru juga berperan sebagai editor, mengoreksi apabila video kurang layak tayang diulang kembali. Pembelajaran dengan moda ini terkadang juga kurang efektif karena terbatasnya durasi dan juga berimbas pada kuota.

Di samping hal tersebut komunikasi yang terjadi hanya searah. Peserta didik yang mengalami kesulitan tidak bisa menyampaikan kesulitannya. Oleh karena moda ini juga memiliki kekurangan, maka kita kombinasikan dengn moda yang lain, misalnya Whats App Group yang tergolong moda yang ramah kuota.

Baca juga:  Penerapan Metode Learning Together Tingkatkan Motivasi Belajar Seni Tari

Guru bisa komunikasi dua arah dengan peserta didik kapanpun. Bila ada hal yang tidak bisa dijelaskan dengan tulisan di HP guru bisa menjelaskan hal tersebut lewat tulisan dikertas kemudian difoto dan kita kirim ke WAG.

Terkadang rindu wajah peserta didik kita, pembelajaran kita lakukan dengan Zoom. Zoom dapat kita kombinasikan dengan video call ataupun WAG. Disamping itu, masih ada moda daring yang lain, misalnya Telegram.

Apapun moda daring yang digunakan, tidak ada yang sempurna. Semua punya kelebihan dan kekurangan. Maka, untuk mencapai keberhasilan pembelajaran di masa pandemi disiasati dengan kombinasi berbagai moda daring. Dengan kombinasi daring pembelajaran matematika di SMP Negeri 39 Semarang tidak menemui kendala yang berarti. (ip2.2/lis)

Guru SMP Negeri 39 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya