alexametrics

STAD untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA

Oleh: Retna Utari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KUALITAS pendidikan meliputi berbagai sektor dan jenjang pendidikan , termasuk jenjang pendidikan menengah pertama. Keberhasilan pendidikan banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor dari guru. Guru yang kreatif dan profesional akan selalu berusaha untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Hal ini sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional. Dalam upaya untuk meningkatkan proses hasil belajar, guru harus menciptakan strategi yang cocok, sebab dalam proses belajar mengajar yang bermakna, keterlibatan siswa sangatlah penting, hal ini sesuai dengan pendapat Bruner yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas.

Mata pelajaran IPA merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar. Hal ini diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain : penyelidikan, penyusunan, dan pengujian gagasan-gagasan.

Baca juga:  Pengaruh Video Animasi terhadap Pembelajaran Gerhana

Dengan melihat masalah pembelajaran IPA di lapangan, maka peserta didik tidak terbiasa menggunakan daya nalarnya, tetapi justru terbiasa dengan cara menghapal ,hanya terpaku pada buku sumber serta terasa ada jurang pemisah antara pembelajaran di kelas dengan lingkungan kehidupan sehari-hari peserta didik. Untuk itu perlu diupayakan pembelajaran IPA yang menekankan budaya berpikir kritis yang memberi nuansa teknologi, lingkungan dan masyarakat serta pembelajaran IPA yang mengacup ada masa depan,sehingga dihasilkan peserta didik kompeten.

Pembelajaran IPA hendaknya bersifat mendidik, mencerdaskan, membangkitkan aktifitas dan kreatifitas peserta didik, efektif, demokratis, menantang, menyenangkan dan mengasyikkan.
Faktor penyebab kurangnya kompetensi siswa dalam mata pelajaran IPA adalah Metode pembelajaran yang dilaksanakan masih terpusat pada guru, siswa tidak diarahkan untuk berpikir kreatif dan menguasai konsep berdasarkan penemuan-penemuan di lapangan.

Baca juga:  Mudah Pahami Konsep Pesawat Sederhana dengan Model CLIS

Berdasarkan kenyataan di atas, salah satu model pembelajaran IPA yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran kooperatif STAD ( Student Teams Achievement Division). Dengan model pembelajaran STAD diharapkan akan membuat pembelajaran lebih bermakna karena adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajran guna mencapai prestasi yang maksimal.

Menurut Slavin (1995) pembelajaran STAD merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan pada adanya aktifitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.

Pada proses pembelajarannya, belajar kooperatif tipe STAD melalui 5 tahapan :Tahap Penyajian Materi, Tahap Kerja Kelompok, Tahap Tes Individu, Tahap Perhitungan Skor Perkembangan Individu, Tahap Pemberian Penghargaan Kelompok. Belajar IPA merupakan proses aktif. Belajar IPA merupakan sesuatu yang harus peserta didik lakukan,bukan sesuatu yang dilakukan untuk peserta didik.

Baca juga:  Belajar Asyik dengan Media Voice Notes WhatsApp

Dalam belajar IPA, peserta didik mengamati obyek dan peristiwa, mengajukan pertanyaan, memperoleh pengetahuan, menyusun penjelasan tentang gejala alam, menguji penjelasan tersebut dengan cara-cara yang berbeda dan mengkomunikasikan gagasannya pada pihak lain. Keaktifan secara fisik saja tidak cukup untuk belajar IPA, peserta didik juga harus memperoleh pengalaman berpikir melalui kebiasaan berpikir dalam belajar IPA. Para ahli pendidikan dan pembelajaran IPA seyogianya melibatkan peserta didik dalam berbagai ranah yaitu ranah kognitif, psikomotorik dan afektif. Seperti yang diterapkan di SMPN 2 Getasan, Kabupaten Semarang. (bw1/zal)

Guru IPA SMPN 2 Getasan, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya