alexametrics

Meningkatkan Keaktifan dan Ketrampilan Bertanya dengan Active Learning Card Sort

Oleh : Sri Patmawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARASEMARANG.ID, Persaingan kerja di era global semakin kompetitif. Sekolah menengah kejuruan (SMK) dipersiapkan agar dapat mencetak lulusan yang mempunyai daya saing tinggi. Berbagai program pemerintah dibuat seperti program revitalisasi, teaching factory hingga yang terbaru adalah techno park yang diadakan untuk mengangkat gengsi SMK di mata dunia usaha/ unia industri (DU/DI).

Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan. Peningkatan mutu pendidikan menuntut pelaksana pendidikan memiliki kapasitas / kemampuan yang tinggi, terutama para pendidik. Kualitas pendidik yang memadai akan mampu mendorong terbentuknya lulusan- lulusan yang memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dan mampu menciptakan peluang partisipasi baru di seluruh sektor kehidupan (Conny R. Semiawan, 1999: 10-11).

Selain penguatan proses pembelajaran dan kualitas pendidik tentunya yang tidak boleh terlepas juga adalah aspek karakter. Pentingnya aspek karakter harus ada di lingkungan pendidikan disampaikan oleh Lickona dalam Ajat Sudrajat (2011) bahwa 1 dari 7 alasan karakter harus disampaikan adalah cara untuk meningkatkan prestasi akademik. Untuk menuju prestasi akademik yang cemerlang tentunya peserta didik ditutut untuk aktif dalam pembelajaran. Keaktifan dalam proses pembelajaran dapat tercermin salah satunya adalah dari keaktifan bertanya.

Baca juga:  SMK Negeri Jateng Sediakan 264 Kursi Gratis, Catat Jadwal Pendaftarannya!

Hamalik (2004: 35) menyatakan bahwa hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan bertanya peserta didik. Keaktifan bertanya peserta didik dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan peserta didik ataupun dengan peserta didik itu sendiri. Aktivitas yang timbul dari peserta didik akan mengakibatkan terbentuknya pemikiran yang kreatif dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi belajar pada peserta didik.

Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sragi program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, kelas X materi klasifikasi engine mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif seringkali guru menjelaskan dan peserta didik dirangsang untuk bertanya, peserta didik cenderung diam. Dan setelah dilakukan evaluasi atau diuji peserta didik ternyata tidak mendapatkan hasil yang baik. Keaktifan atau keterampilan bertanya tentunya harus dibiasakan dengan baik agar ketidakjelasan materi pembelajaran dapat terkonfirmasi sehingga dapat diantisipasi oleh guru dengan penguatan materi.

Baca juga:  Model Two Stay Two Stray Dapat Meningkatkan Hasil Belajar

Keaktifan bertanya peserta didik dapat ditingkatkan salah satunya dengan penerapan metode pembelajaran yang berbeda. Salah satunya adalah model active learning atau pembelajaran aktif card sort. Silberman (2013: 172) menjelaskan bahwa pada pembelajaran aktif tipe card sort ini guru menggunakan media kartu yang berisi informasi kartu dibagikan kepada peserta didik yang berupa potongan-potongan kertas, kemudian peserta didik melakukan usaha untuk menemukan kartu berkategori sama. Kegiatan card sorting akan menjadikan gerakan fisik yang dapat mendinamiskan kelas yang jenuh atau bosan.

Dengan pembelajaran aktif akan menciptakan pembelajaran yang penuh semangat, hidup, giat, berkesinambungan, kuat, dan efektif. Siswa belajar secara aktif ketika mereka terlibat secara terus menerus, baik mental maupun fisiknya. Pembelajaran aktif yang menekankan pada “kesenangan-serius” dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian, meningkatkan kesenangan mereka untuk belajar, dan mengatur suasana agar pengalaman yang menyenangkan bisa terjadi. (fbs2/ton)

Baca juga:  Menjadi Youtuber untuk Belajar Jurnal Penyesuaian

Guru TBSM SMK N 1 SRAGI Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya