alexametrics

Belajar Daring Tanpa Boring

Oleh : Titik Sifriyanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARASEMARANG.ID, Infeksi virus korona disebut Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Dalam kondisi pandemi seperti ini penulis sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mencoba memaparkan pengalaman saat melaksanakan kegiatan pembelajaran daring .
Sejak Maret 2020, untuk memutus mata rantai Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk belajar dari rumah. Kebijakan belajar dari rumah ini diharapkan bisa meminimalisasi penyebaran virus korona di lingkungan sekolah. Kebijakan ini mengakibatkan proses kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan di kelas tetapi dialihkan ke rumah.

Kondisi ini memaksa guru harus menyiapkan pembelajaran secara online atau sering kita sebut sebagai belajar daring. Maka dalam seketika guru “dipaksa” mengubah model pembelajaran yang biasa tatap muka dialihkan dengan daring . Di awal, penulis hanya memanfaatkan WhatsApp group. WhatsApp sebenarnya merupakan salah satu media sosial di dalam internet yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna lain.

Baca juga:  Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa

Dalam penggunakan WhatsApp tentu jadi tugas tersendiri bagi penulis karena harus mengorganisasi secara manual tugas-tugas siswa yang terkirim di grup WhatsApp tersebut dan ini tentu membuat pekerjaan lebih sulit. Karena hasil tugas dikoreksi secara manual, membuat siswa lama menunggu hasilnya, sehingga pada tugas berikutnya, mereka ogah-ogahan untuk mengumpulkan tugas. Pembelajaran seperti ini menyebabkan siswa menjadi malas menjawab diskusi, malas mengumpulkan tugas, dan bisa dikatakan siswa menjadi boring.

Kondisi ini, memaksa guru harus menyiapkan pembelajaran daring yang dikemas semenarik mungkin, agar siswa tidak menjadi boring dalam belajar daring. Untuk itu penulis mengubah pembelajaran tidak hanya menggunakan grup WhatsApp, namun memanfaatkan platform seperti membuat kelas maya dengan Google Classroom yang dikombinasikan dengan Google Form.

Baca juga:  Belajar Daring PGS Lingkaran Bagi Adil Menggunakan Pentablet

Penggunaan kelas maya yang dikombinasikan dengan Google Form, tidak hanya berisikan materi dan tugas, namun untuk mengurangi kejenuhan siswa, diselipkan game-game edukasi dalam pembelajaran daring seperti teka teki silang (TTS). Game temukan aku, game siapakah aku dan lainnya, yang temanya sesuai dengan tema pelajaran. Materi yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran daring adalah pengaruh kemajuan iptek terhadap NKRI pada siswa kelas XII. Dengan menyelipkan game dalam belajar daring ternyata membuat siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, terbukti dengan cepatnya siswa merespon. Bahkan sebelum jam jadwal mengajar, mereka sudah absen sendiri di grup WhatsApp dan menanyakan materi serta game apa yang akan didapatkan. Penulis merasa senang dan merasa tidak garing dalam grup WhatsApp, karena siswa sangat antusias dan tidak boring lagi meski belajar secara daring.

Baca juga:  Peningkatan Kebugaran Jasmani melalui Sirkuit Training

Dan penggunaan Classroom yang dikombinasikan dengan Google form, juga membuat tugas guru lebih mudah. Guru tidak harus memeriksa tugas satu per satu siswa, karena Google Form bisa langsung menghasilkan nilai dan juga bisa didownload menggunakan microsoft excel, sehingga mudah untuk direkap dan dianalisis hasil-hasil tugas siswa.

Meskipun itu efektif untuk pembelajaran menyangkut aspek pengetahuan, bagi penulis masih ada kendala yang dihadapi dalam belajar daring. Yaitu sulitnya melihat keterampilan maupun penilaian sikap siswa. Akhirnya penulis menggunakan zoom meeting atau video call untuk menilai sikap siswa (bagaimana sikap, potongan rambutnya dsb).

Berdasarkan kondisi di atas bisa disimpulkan bahwa dalam pembelajaran daring kalau dikemas dengan baik dengan menggunakan berbagai aplikasi dan model yang menarik siswa tidak jenuh (boring )dalam mengikuti pembelajaran. (ds2/lis)

Guru SMK N 1 Tengaran, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya