alexametrics

Pembelajaran Media Grafis dengan Pemanfaatan Daur Ulang

Oleh: Santya Noviasari Nurvita, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Secara fitrah manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada makhluk-makhluk lainnya. Manusia mempunyai potensi terpendam untuk dapat dipakai dalam menempuh kehidupan. Kemampuan yang terpendam itu disebut kreativitas, kreativitas itu bentuknya ide-ide baru atau penyempurnaan yang muncul dari imajinasi seseorang kemudian diberi sentuhan-sentuhan teknologi menjadi inovasi atau terobosan baru dalam memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan.

Daya kreativitas yang dimiliki manusia dapat dikembangkan melalui pembelajaran dan dalam dunia pendidikan dapat diasah lagi melalui Pelajaran Seni Budaya. Upaya meningkatkan daya kreativitas peserta didik kadang mengalami banyak hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Hambatan tersebut dapat dari faktor dalam maupun luar diri seorang peserta didik. Upaya yang perlu dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran Seni Budaya guna meningkatkan daya kreativitas peserta didik, khususnya dalam hal kreativitas memanfaatkan bahan daur ulang, salah satunya adalah dengan menerapkan media grafis.

Baca juga:  Pembelajaran Apreasi Seni Budaya Lokal dengan Blended Learning

Media grafis merupakan media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang. Dalam pembelajaran menggunakan media grafis ada banyak kelebihan dan kekurangannya. Di antara kelebihannya yaitu mempermudah dan mempercepat pemahaman peserta didik terhadap pesan yang disajikan, mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, dapat divariasikan antara media grafis yang satu dengan yang lainnya sehingga menjadi menarik, sederhana dan ekonomis. Sedangkan kekurangannya adalah tidak dapat menjangkau kelompok penerima pesan yang besar, menekankan persepsi indra penglihatan saja dan membutuhkan ketrampilan khusus dalam pembuatannya.

Daur ulang merupakan proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi polusi, kerusakan lahan dan emisi gas jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Jenis-jenis daur ulang banyak sekali, ada dari plastik, kertas, bahan bangunan, baterai, barang elektronik, logam dan lain-lain. Proses tahapan daur ulang meliputi: mengumpulkan, memilah, menggunakan kembali, mengirim, lakukan daur ulang sendiri.

Baca juga:  Cara Efektif Penyampaian Informasi Covid-19 melalui Penugasan Poster

Dengan penggunaan media grafis oleh guru, peserta didik dapat lebih memahami materi pelajaran-pelajaran yang disampaikan guru. Meningkatkan daya kreativitas peserta didik, dapat pula meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah atau menerapkan kembali ide-ide yang telah ada. Kreativitas dapat dipandang sebagai suatu kemampuan, sikap, dan proses. Kreativitas sebagai suatu kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah atau menerapkan kembali ide-ide yang telah ada.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik SMP Negeri 9 Batang diberi kebebasan berkreatif menggunakan bahan-bahan daur ulang. Media, peralatan membawa sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan. Ada yang membuat bunga lengkap dengan vasnya mengunakan bahan plastik bekas, ada yang membuat kolase gambar dari dedaunan, ada yang membuat patung dari logam, dan lain sebagainya. Setelah melakukan pembelajaran ini banyak peningkatan rasa puas pada diri peserta didik.

Baca juga:  Guru BK dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital

Berdasarkan pengamatan, peningkatan rasa puas peserta didik dapat dilihat dari ekspresi wajah dan reaksi spontan seperti mempresentasikan hasil karyanya, mengajukan pertanyaan dengan teman yang lain. Berdasarkan hasil refleksi baik secara tertulis maupun lisan, hampir semua peserta didik menyatakan senang mengikuti proses pembelajaran media grafis dengan pemanfaatan daur ulang, dan juga menyatakan lebih mudah memahami materi bila menggunakan media grafis. (ips2.2/aro)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 9 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya