alexametrics

Meningkatkan Prestasi Siswa PAKatBP melalui Metode MoLe-ViLe

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak Februari 2020, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Ngaliyan 01 Semarang berangsur-angsur beralih menuju proses KBM secara daring (tatap muka online/melalui internet). Menyikapi hal ini, berbagai sarana dan prasarana dilengkapi, mungkin dengan menambah berbagai item atau membekali Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, yakni para guru, dengan workshop (pelatihan/training) dengan berbagai kemampuan terkait Information Technology (IT) dan multimedia.

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (PAKatBP) pun menyelenggarakan KBM secara daring. Awalnya, digunakan media Video Call Whatsapp Application (VC WA), yakni guru mengadakan VC ke group WA pada waktu yang telah disepakati, lalu menyampaikan materi ajar sesuai Program Semester (Promes) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kegiatan VC ini diadakan secara singkat (tidak lebih dari 30 menit) supaya penggunaan kuota internet tidak membengkak. Tugas diberikan di akhir KBM untuk mengetahui daya serap siswa terhadap materi.

Baca juga:  Meningkatkan Aktivitas Siswa dengan Model Picture and Picture

Namun, dari hasil evaluasi Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap, ternyata metode ini kurang efektif. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) PAKatBP adalah 70, namun dari 16 siswa Katolik yang terdiri dari kelas 1 sampai 6, 7 siswa (43,75%) meraih nilai dengan rentang 70 sampai 80. Sementara, 9 siswa (56,25%) meraih nilai di atas 80. Maka, metode ini kemudian diperbarui supaya lebih efektif lagi.

Dalam KBM PAKatBP tahun ajaran 2020/2021 semester ganjil. Sebenarnya, metode VC WA masih dipergunakan tetapi ditambahkan dua metode lagi, yakni Google Class (classroom.google.com) untuk menampung tugas-tugas dari siswa, dan metode baru yang disebut metode “MoLe-ViLe”.

Apakah metode “MoLe-ViLe” itu ? Kata “MoLe-ViLe” adalah singkatan dari Movie Learning dan Video Learning, yakni proses KBM di mana guru menyampaikan materi kepada siswa melalui media film (movie) dan video. Menurut Kamur Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, film adalah lakon (cerita) gambar hidup, sementara video adalah rekaman gambar hidup. Secara ringkas, dapat dipahami bahwa film atau video adalah serangkaian gambar yang dijalankan secara berurutan sehingga menjadi sebuah cerita hidup atau tema tertentu. Dalam metode ini, awalnya, guru PAKatBP ditampilkan sedang menyampaikan judul materi dan tujuan pembelajaran, lalu dilanjutkan dengan film pendukung (sebentar saja). Lalu, disambung dengan tampilan guru PAKatBP yang sedang menjelaskan materi, memberikan pertanyaan, dan tugas untuk dikerjakan siswa.

Baca juga:  Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Ekonomi

Melalui metode “MoLe-ViLe” ini, seperti ungkapan Cheppy Riyana (2007), indera penglihatan (mata) dan pendengaran (telinga) dipergunakan secara optimal. Karena itu, siswa akan sangat terbantu dalam menyerap materi pembelajaran. Masalah terkait keterbatasan ruang dan waktu pun dapat diatasi, artinya, jika dirasa siswa belum paham, film atau video dapat diputar kembali kapan pun dan di mana pun karena telah diupload di penyimpanan cloud (internet).

Setelah sekian waktu menggunakan metode “MoLe-ViLe” ini, ternyata hasil belajar siswa meningkat drastis. Dari hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil kemarin, dari 12 siswa yang terdiri dari kelas 1 sampai 6, dengan nilai KKM terbaru yakni 75, 2 siswa (16,67%) meraih nilai rentang 75 sampai 80. Dan, 10 siswa (83,33%) meraih nilai di atas 80. Karena peningkatan nilai akademik ini, metode ini akan tetap digunakan mungkin selama KBM secara daring. (ips2.1/ton)

Baca juga:  Tingkatkan Prestasi Belajar Fluida dengan Video Pembelajaran

Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Negeri Ngaliyan 01 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya