alexametrics

Tutor Sebaya Tingkatkan Semangat Belajar Siswa

Oleh: Nok Hikmawati, S. Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Menurut Rustaman, 2001:461, proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Tujuan pembelajaran adalah upaya membekali diri siswa dengan kemampuan-kemampuan yang bersifat pengalaman, pemahaman moral dan keterampilan sehingga mengalami perkembangan positif. Proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak didukung dengan komponen-komponen dalam pembelajaran, karena antara proses pembelajaran dengan komponen pembelajaran saling berkaitan dan membutuhkan. Salah satu komponen pembelajaran ialah metode pembelajaran. Ada banyak jenis metode pembelajaran, salah satunya adalah metode pembelajaran dengan tutor sebaya.

Di Sekolah Dasar Negeri 01 Wonopringgo siswa kelas 1 kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Dengan metode tutor sebaya dapat menumbuhkan minat belajar serta menjadikan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Metode pembelajaran dengan tutor sebaya juga menjadikan siswa lebih nyaman dan enjoy saat pembelajaran berlangsung. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2010:397) tutor sebaya sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi anak didik secara keseluruhan dan secara individual. Strategi ini memberi kesempatan kepada setiap anak didik untuk berperan sebagai guru bagi kawan-kawannya. Dengan strategi ini anak didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.

Baca juga:  Demonstrasi Elastisitas Bahan di Masa Pandemi Meningkatkan Kreativitas Siswa

Tutor adalah orang yang memberi pelajaran / membimbing seseorang, sedangkan sebaya atau teman sebaya adalah seseorang yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kurang lebih sama. Kuswaya Wihardit dalam Aria Djalil (1997:3.38) menuliskan bahwa, tutor sebaya adalah seorang siswa pandai yang membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama. Metode pembelajaran tutor sebaya dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap tinggi, siswa tersebut mengajarkan materi kepada teman-temannya yang belum paham sehingga semuanya memenuhi ketuntasan belajar. Jadi, diharapkan dengan adanya tutor sebaya, peserta didik yang kurang aktif menjadi aktif.

Syarat – syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi tutor sebaya antara lain, berprestasi, dapat diterima atau disetujui oleh siswa yang mendapat bantuan sehingga siswa leluasa bertanya, dapat menerangkan dengan jelas bahan pengajaran yang dibutuhkan oleh siswa, berkepribadian ramah, lancar berbicara, luwes dalam bergaul, tidak sombong dan memiliki jiwa penolong serta memiliki daya kreatifitas untuk membimbing temannya (Suharsimi Arikunto, 1988:62-63). Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya adalah memilih tutor dengan syarat termasuk dalam peringkat 10 terbaik berdasarkan nilai rapor atau nilai evaluasi sebelumnya dan dapat menguasai materi, membagi siswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat kecerdasan siswa (ada yang pandai, sedang dan kurang), tutor memberikan bimbingan dan membahas soal yang berhubungan dengan materi yang diajarkan, mengisi lembar observasi selama proses pembelajaran berlangsung, dan melaksanakan evaluasi belajar secara individu. Menurut Suharsimi Arikunto (1988:64) kelebihan metode tutor sebaya antara lain, menyampaikan informasi lebih mudah sebab bahasanya sama, lebih terbuka, suasana yang rileks menghilangkan rasa takut, mempererat persahabatan, ada perhatian terhadap perbedaan karaktersitik, konsep mudah dipahami, serta siswa tertarik untuk bertanggung jawab dan mengembangkan kreatifitas. Sedangkan kelemahan metode tutor sebaya yaitu, kurang serius dalam belajar, jika siswa punya masalah dengan tutor ia akan malu bertanya, sulit menentukan tutor yang tepat, tidak semua siswa pandai dapat jadi tutor. (bp2/zal)

Baca juga:  Bertambah Semangat Belajar BTA dengan Metode Kartu Kata

Guru SDN 01 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya