alexametrics

Dengan CTL Belajar IPS lebih Bermakan

Oleh: Chadwan Dwi Yoganingsih, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada peserta didik, serta sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan peserta didik yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara aktif, efektif dan efisien.

Pembelajaran merupakan sesuatu yang kompleks, artinya segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran harus merupakan sesuatu yang sangat berarti atau bermakan baik ucapan, pikiran maupun tindakan. Pada kegiatan pembelajaran diharapkan guru menerapkan pendekatan belajar yang memberi kesempatan pada peserta didik agar dapat mengkaitkan materi baru dan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik, sehingga jadi bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran IPS agar lebih bermakna harus dipusatkan pada aktivitas peserta didik.

Peserta didik harus aktif baik secara fisik maupun pikiran selama pembelajaran berlangsung. Belajar akan lebih bermakna jika peserta didik mengalami apa yang dipelajari bukan mengetahui apa yang dipelajari. Kenyataan yang ada di kelas VI SDN Karangrejo 02, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang tidak demikian kegiatan banyak didominasi guru, kegiatan peserta didik lebih banyak mendengarkan ceramah, mencatat materi dan menghafal sehingga pembelajaran tidak bermakan, peserta didik merasa bosan dan mengakibatkan prestasi belajar menurun.

Baca juga:  Evaluasi PJJ Menjadi Asyik dengan Quizizz

Berdasarkan permasalahan tersebut sangat tepat bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik tertantang aktif, kreatif dan tidak monoton serta menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta memberi pengalaman kongkrit kepada peserta didik. Menurut Muslich (2007:41) Pembelajaran Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL ) adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Komalasari (2010:7) menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual adalah pendekatan pembelajaran yang mengkaitkan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata peserta didik sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun warga negara dengan tujuan untuk menemukan makna materi tersebut bagi kehidupannya.

Baca juga:  Berkah di Balik Pandemi

Dalam pembelajaran kontekstual aktifitas peserta didik yang komunikatif dan produktif adalah mengkonstruksikan pengalaman sendiri. Hasil dari pembelajaran kontekstual diharapkan akhirnya memiliki makna bagi peserta didik untuk memecahkan persoalan dan berpikir kritis dalam melakukan observasi dan menarik kesimpulan dalam kehidupan. Peserta didik perlu mengerti apa makna belajar, manfaat dan bagaimana mencapainya. Peserta didik akan menyadari bahwa apa yang dipelajari akan berguna bagi hidupnya nanti.Komponen pembelajaran kontekstual menurut Muslich (2007:41) antara lain : 1) Konstruktivisme ( Constructivism ). 2) Inquiry. 3) Questioning ( Bertanya ). 4) Learning Community ( masyarakat belajar ). 5) Modeling ( Pemodelan ). 6) Reflection ( Refleksi ). 7) Authentic Assessment ( Penilaian yang sebenarnya ).

Baca juga:  Pendekatan Inkuiri Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Setelah diterapkan pendekatan CTL hasilnya ternyata berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik. Keaktifan dan prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS di kelas VI SDN Karangrejo 02, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang meningkat. Peserta didik terlihat aktif mengkaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik aktif menemukan sendiri pengetahuan dan mampu membuat kesimpulan tentang konsep yang dipelajarinya. Prestasi belajar juga meningkat. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL membuat kegiatan belajar menjadi lebih bermakna bagi peserta didik khususnya di kelas VI SDN Karangrejo 02, Kota Semarang. (pai2/zal)

Guru SDN Karangrejo 02, Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya