alexametrics

Belajar Daring Menyenangkan dan Bermakna

Oleh : Nur Syafa’ah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Adanya pandemi Covid-19 menjadikan kegiatan terkendala di semua bidang, tak terkecuali di dunia pendidikan yang ikut terkena dampaknya. Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka di sekolah, beralih menjadi pembelajaran daring atau e-learning.

Kegiatan tersebut menuntut stakeholder-stakeholder yang terlibat di dalamnya untuk lebih memahami dan menguasai perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar secara daring.
Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring, diupayakan seperti pembelajaran tatp muka, dengan tidak mengurangi esensi materi yang diberikan, tetap menyenangkan dan bermakna, agar peserta didik tetap mendapatkan hak-haknya dalam belajar.

Dikutip dari kompas.com dalam wawancara dengan Sandra Susanto, pengajar Sekolah Kharisma Bangsa (14/4/2020) menjelaskan, setidaknya ada empat kunci sekaligus tantangan agar kegiatan pembelajaran jarak jauh atau daring dapat menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna untuk siswa. Pertama, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi. Kedua, pembelajaran terencana dan efektif. Ketiga, menyatukan persepsi dan konsentrasi siswa. Keempat, penguatan karakter siswa.

Baca juga:  Belajar Berhitung dengan Media Batu Kecil

Dalam kegiatan belajar mengajar secara daring, penulis mencoba mengimplementasikan keempat hal tersebut dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran daring di MI Islamiyah Kalisalak Limpung Batang, di kelas VI khususnya. Selain keempat hal tersebut, penulis juga melakukan kerja sama dengan orangtua agar kegiatan pembelajaran daring berjalan dengan lancar dan efektif.

Kegiatan belajar mengajar secara daring memiliki beberapa kendala, di antaranya keterbatasan teknologi, keterbatasan dalam berkomunikasi, berinteraksi dan berkreasi. Namun demikian, penulis tetap melakukan perannya sebagai seorang guru yang menjadi motivator, fasilitator, mediator, dan komunikator bagi peserta didik, sehingga proses kegiatan belajar mengajar tetap tetap berkesan sebagaimana kegiatan belajar mengajar tatap muka biasanya.

Keengwe dan Georgina dalam penelitiannya menyatakan bahwa perkembangan teknologi memberikan perubahan terhadap pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran (Keengwe dan Georgina, 2012). Pembelajaran melalui daring dapat bersifat interaktif sehingga guru dan peserta didik dapat berinteraksi menggunakan media belajarnya dengan baik. Penulis memberikan materi dengan metode-metode yang menyenangkan, sehinga peserta didik dapat menerima materi pelajaran dengan maksimal. Peserta didik dapat merespon materi-materi yang diberikan oleh guru dengan baik.

Baca juga:  Suramnya Belajar Daring di Tengah Wabah Covid-19

Ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran daring. Di antara kendala tersebut adalah menjadikan guru dan peserta didik tidak dapat bertatap muka secara langsung. Namun, dari beberapa kendala yang ada, penulis menyikapi dengan bijak kendala yang ada pada saat ini. Mengenai hal ini, penulis mengutip sebuah tulisan Syaikh Az Zarnuji di dalam kitab yang ditulinya yaitu Ta’lim Al Muta’allim yaitu sebuah syair dari Sayyidina Ali bin Abi Tholib ra, dua bait syair yang artinya : “Ingatlah, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali yang memenuhi enam syarat, saya akan beritahukan keseluruhannya secara rinci, yaitu : kecerdasan, kemauan, sabar, biaya, bimbingan guru dan waktu yang lama.” Dari kutipan tersebut, penulis menjadi lebih terinspirasi dan termotivasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran daring di MI Islamiyah Kalisalak Limpung.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Efektif dan Menyenangkan dengan Power Point

Dari pembelajaran daring yang penulis laksanakan, dapat diambil kesimpulan, peserta didik lebih santai dan senang dalam mengikuti pelajaran, mempunyai banyak waktu bersama keluarga, dapat dilakukan jarak jauh. Orangtua mengawasi secara langsung putra-putrinya dalam kegiatan belajar, komunikasi antara guru, peserta didik dan orang tua lebih intens karena banyak hal yang dapat dikomunikasikan secara langsung. Guru dan pesrta didik lebih melek teknologi, siswa lebih kreatif dalam menyelesaikan tugas belajarnya. (pai2/lis)

Guru MI Islamiyah Kalisalak, Limpung, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya