alexametrics

Belajar Bahasa Pemrograman yang Menyenangkan Menggunakan Scratch

Oleh : Akhmad Fauzan, S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum 2013 telah mengalami beberapa perubahan terkait mata pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik. Pada awalnya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ditiadakan dan diganti dengan mata pelajaran Prakarya, kemudian berubah kembali menjadi pelajaran BKTIK. Serta yang paling mutakhir telah berubah menjadi pelajaran Informatika.

Keberadaan mata pelajaran Informatika menjadi sangat penting pada era sekarang ini, Karena hampir semua mata pelajaran sekarang dituntut untuk memiliki kemampuan teknologi informasi, terlebih pada masa pandemic yang menuntut pendidik dan peserta didik untuk memiliki keterampilan IT.

Hadirnya mata pelajaran Informatika disambut dengan gembira, baik oleh pendidik maupun peserta didik. Gairah dan semangat pembelajaran Informatika terasa lebih bermakna di tengah situasi yang saat ini dialami oleh semua kalangan. Hal ini tentu harus menjadi momentum bagi seluruh pegiat IT untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya sebagai pendidik. Apalagi ada beberapa materi baru yang sebelumnya tidak ada pada mata pelajaran Informatika.

Baca juga:  Home Study Teks Deskriptif dengan SAC Berbasis Android

Salah satu materi yang baru yang sebelumnya tidak ada adalah pemrograman sederhana yang diajarkan pada kelas VII. Bahasa pemrograman sebagai salah satu materi yang “menakutkan” di bidang IT. Namun pembelajaran informatika di MTs Al Islam Limpung Batang khusunya di materi pemrograman sederhana terasa menyenangkan bagi anak.

Materi pemrograman sederhana yang digunakan adalah Scratch, yaitu bahasa pemrograman yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga peserta didik tidak merasa takut ujntuk belajar bahasa pemrograman. Scratch didesain menggunakan bahasa symbol yang terasa familiar bagi peserta didik. Kode-kode yang digunakan meliputi aktiftas, suara, gerakan, peristiwa.

Peserta didik dikenalkan menu-menu pemrograman scratch, kemudian diberi tugas untuk membuat game atau animasi berdasarkan kode-kode yang ada pada menu yang tersedia. Peserta didik antusias sekali untuk membuat tugas yang diberikan. Apalagi aplikasi ini bisa diunduh di HP Android.

Baca juga:  Coop Coop Berbasis e-Learning Tingkatkan Minat Belajar Informatika

Pertama-tama peserta didik diminta untuk melihat contoh game under water yang ada pada tutorial, lalu dijelaskan secara spesifik bagaimana cara untuk membuat game tersebut step by step. Lalu peserta didik diminta untuk mencoba membuat game sederhana sesuai dengan yang dipilih. Bisa melalui tutorial di aplikasi maupun contoh yang diberikan oleh pendidik. Setelah peserta didik paham, maka diberikan tugas untuk membuat game sesuai dengan apa yang diimajinasikan oleh peserta didik.

Hasil pembelajaran yang diperoleh ternyata peserta didik kelas VII di MTs Al Islam Limpung sangat bersemangat untuk membuat tugas materi bahasa pemrograman, jenis dan variasi game yang dibuat sudah banyak dan mnunjukkan kreativitas anak yang tinggi. Salah satu indikatornya adalah ada yang bisa membuat game mencari jalan keluar pada sebuah peta, game bola basket, sepakbola dan game yang memiliki tingkat kesulitasn yang lebih. (pai1/ton)

Baca juga:  Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Bagi Guru

Guru Informatika MTs Al Islam Limpung Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya