alexametrics

Asyiknya Belajar Matematika dengan Jarimatika

Oleh : Tasuri, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat di bangku Sekolah Dasar (SD). Matematika bukanlah satu – satunya mata pelajaran di SD, tentu masih banyak mata pelajaran yang lain seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Prakarya (SBDP), Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes), Tematik, lalu ada juga muatan lokal. Mata Pelajaran di SD juga dibedakan berdasarkan jenjang atau kelas, untuk kelas rendah yaitu kelas 1, 2, dan 3 belum mendapatkan mata pelajaran IPA, IPS dan Matematika. Siswa baru akan mendapatkan mata pelajaran IPA, IPS dan Matematika di kelas tinggi yaitu di kelas 4, 5 dan 6.

ilustrasi
ilustrasi

Matematika sampai saat ini masih merupakan momok menakutkan bagi sebagian siswa. Siswa seolah enggan menghadapi mata pelajaran yang satu ini. Hal ini yang mengakibatkan siswa menjadi tidak bersemangat dan kesulitan mengerjakan dan memahami materi mata pelajaran matematika.

Baca juga:  Mengonkretkan Konsep Himpunan dengan Masalah Kontekstual

Kesulitan siswa ini tentu perlu diperhatikan dan harus diberikan penanganan. Penanganan ketika dilakukan sedini mungkin tentu akan membuat motivasi siswa menjadi lebih baik dalam belajar mata pelajaran matematika. Sebaliknya jika tidak dilakukan penanganan sedini mungkin siswa akan terlanjur jenuh dan bosan bahkan takut ketika menghadapi mata pelajaran matematika. Kelas 5B SD Negeri 01 Gintung dalam menangani kesulitan belajar siswa pada materi mata pelajaran matematika salah satunya adalah menggunakan metode jarimatika.

Jarimatika merupakan suatu metode yang cukup unik untuk mempermudah siswa dalam menyelesaikan soal – soal perkalian pada materi mata pelajaran matematika hanya menggunakan sepuluh jari pada kedua tangan kita. Jarimatika pertama kali ditemukan oleh Ibu Septi Peni Wulandari. Jarimatika yang merupakan kepanjangan dari “jari”dan “aritmatika” ini awalnya hanya dicoba untuk ketiga buah hati dari Ibu Septi Peni Wulandari sebelum akhirnya populer hingga saat ini.

Baca juga:  Komunikasi Efektif Kombinasi WA dan Ms Teams 365 Era PJJ Materi Pendapatan Nasional

Jarimatika terbukti ampuh ketika digunakan di SD Negeri 01 Gintung. Jarimatika dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran mata pelajaran matematika. Materi – materi semisal penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dapat memanfaatkan jarimatika untuk mempermudah pengerjaannya. Penggunaan jarimatika misalnya dalam perkalian 9, dapat memanfaatkan 10 jari tangan kita dengan tangan menengadah seperti sedang berdoa. Jempol sebelah kiri (1), telunjuk kiri (2), jari tengah sebelah kiri (3), jari manis kiri (4), jari kelingking kiri (5), jari kelingking kanan (6), jari manis kanan (7), jari tengah sebelah kanan (8), jari telunjuk kanan (9), dan jari jempol sebelah kanan (10).

Contoh soal perkalian 9 x 6 =, maka pengerjaannya yaitu tangan masih menengadah kemudian dilihat berapa yang dikalikan 9, yaitu angka 6. Maka urutkan dari jari sebelah kiri, nomor 6 adalah jari kelingking kanan lalu dilipat ke bawah. Setelah itu hitung jari yang tersisa di sebelah kanan (ada 4) bernilai satuan menjadi 4, lalu sisa yang di sebelah kiri (ada 5) bernilai puluhan menjadi 50, maka 4 + 50 = 54.

Baca juga:  Mengenal Sifat-Sifat Bangun Persegi Panjang dengan Susu Kotak

Manfaat menggunakan jarimatika dalam pengerjaan soal – soal pada materi mata pelajaran matematika, siswa menjadi lebih senang dan antusias. Diharapkan dengan penggunaan metode jarimatika dapat mengembangkan minat dan bakat khususnya siswa – siswi SD negeri 01 Gintung untuk bekal pada jenjang Pendidikan berikutnya bahkan sampai nanti Ketika sudah terjun ke masyarakat. (pai2/ton)

Guru Kelas SD Negeri 01 Gintung, Kec. Comal Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya