alexametrics

Porogapit Jadi Menyenangkan dengan Tabel Perkalian

Oleh : Dewi Puspitasari, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan pelajaran yang menakutkan bagi anak didik terutama jika mendengar kata porogapit (pembagian bersusun). Anak menjadi takut dan tidak bersemangat lagi mengikuti pelajaran. Inilah yang menjadi tantangan bagi guru, khususnya guru kelas 3 di SD Negeri 07 Purwoharjo untuk menjadikan materi pembagian bersusun menjadi menyenangkan dengan media tabel perkalian.

Menurut Kline (1973), matematika bukanlah pengetahuan yang dapat menjadi sempurna untuk dirinya sendiri, tetapi matematika terutama untuk membantu orang memahami dan mengatasi masalah matematika sosial, ekonomi dan alam. Ini tumbuh dan berkembang karena proses berfikir, oleh karena itu logika adalah dasar untuk pembentukan matematika. Sedangkan menurut Rising (1972), matematika adalah pola pikir, mengatur pola, membuktikan logika, matematika adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan representasi akurat dari simbol dan padat, lebih dari bahasa simbol dari sebuah ide daripada kedengarannya.

Baca juga:  Peningkatan Minat Baca Siswa Menggunakan Aplikasi WahatsApp Auto Respon

Mengajari anak didik matematika khususnya pembagian membutuhkan kesabaran bagi guru. Proses pembelajaran yang lebih serius dimulai ketika anak duduk dibangku kelas 3. Menjadikan tantangan baru bagi guru karena perpindahan proses dari belajar sambil bermain menjadi fokus pada pelajaran.

Secara sederhana matematika terdiri dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk dapat memecahkan permasalahan matematika tersebut tidak harus dengan rumus-rumus yang rumit namun dapat diselesaikan dengan cara-cara sederhana.

Untuk dapat memahami pembagian bersusun, anak seharusnya sudah mengetahui konsep dasar perkalian dan pembagian. Konsep dasar perkalian sebagai penjumlahan berulang dan pembagian sebagai pengurangan berulang sudah dijelaskan ketika anak duduk di bangku kelas 2.

Pada dasarnya siswa kelas 3 belum hafal perkalian, dan tidak menjadi tuntutan untuk langsung menghafal jika belum memahaminya. Maka langkah awal yang dilakukan guru adalah menjelaskan konsep perkalian. Tabel perkalian membantu siswa menghafal perkalian dengan mudah, tabel perkalian juga bisa digunakan untuk media pembelajaran pembagian bersusun.

Baca juga:  Lawatan Sejarah sebagai Model Pembelajaran

Langkah-langkah menghitung pembagian bersusun dengan tabel perkalian adalah sebagai berikut. Sebagai contoh 135 dibagi 3. Langkah pertama, buatlah simbol pembagian, angka yang didalam adalah 135 (bilangan yang dibagi) dan angka yang diluar 3 (pembagi). Langkah kedua, bagi angka pertama, jika tidak bisa dua angka pertama. Angka pertama adalah 1 dan tidak bisa maka dua angka pertama 13 dibagi 3. Cari pada tabel perkalian 3 yang jawabannya mendekati angka 13 dan tidak boleh lebih. Didapat angka 4, tulis angka 4 di atas bilangan yang dibagi sebagai jawaban. Langkah ketiga, kalikan bilangan pembagi dengan jawaban tadi 4 dikalikan 3. Lihat pada tabel perkalian hasilnya 12, tuliskan angka 12 di bawah angka 13 buat garis lalu kurangkan. Hasilnya 1 tulis di bawah garis. Angka 1 tidak bisa dibagikan 3 maka turunkan angka 5 menjadi 15. Langkah keempat, bagi angka 15 dengan angka pembagi, 15 dibagi 3. Lihat pada tabel perkalian 3 yang jawabannya 15, didapat angka 5 maka tulis angka 5 di bagian atas bilangan yang dibagi sebagai jawaban. Langkah kelima, kalikan bilangan pembagi dengan jawaban tadi 3 dikalikan 5, kembali lihat pada tabel perkalian hasilnya 15. Tuliskan angka 15 di bawah angka 15 buat garis lalu kurangkan, hasilnya 0. Langkah keenam, hasil akhir dari pembagian 135 dibagi 3 adalah 45.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Operasi Bilangan Pecahan dengan Realistic Mathematics Education

Kelebihan penggunaan tabel perkalian ini adalah agar siswa yang belum hafal perkalian dapat menyelesaikan materi pembagian bersusun. Menghafal dalam matematika tidaklah dilarang tapi hendaknya dilakukan setelah memahaminya. Dengan menggunakan tabel perkalian dalam mempelajari materi pembagian bersusun anak didik mampu mengikuti pelajaran dengan baik dan menyenangkan sehingga materi dapat diterima dan mudah diingat. (btj2/1/lis)

Guru SD Negeri 07 Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya