alexametrics

Guru Kreatif Menjadikan Pelajaran IPS menyenangkan

Oleh: Widi Asih Triwarni, S.E

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEBAGIAN peserta didik menganggap pelajaran IPS adalah pelajaran menghafal dan membosankan. Bagi peserta didik pelajaran IPS adalah pelajaran yang dikaitkan dengan pelajaran menghafal tahun, nama tokoh sehingga pelajaran yang membosankan dan tidak menarik, karena dilakukan hanya teori saja. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya minat belajar pesrta didik pada pelajaran IPS. Kenyataan ini juga terjadi di SMP Negeri 2 Bukateja, tempat penulis mengajar mata pelajaran IPS.

Pelajaran IPS bukan sekadar pelajaran menghafal, tapi menuntut siswa untuk memiliki keterampilan dan memecahkan masalah masalah. Pendidikan IPS di sekolah diharapkan peserta didik dapat mempelajari diri sendiri secara langsung di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya yaitu proses mencari tahu dan berbuat. Agar pelajaran IPS disenangi peserta didik, penulis punya beberapa tips. Pertama, jalinlah hubungan baik guru dan peserta didik. Bersikaplah empati pada peserta didik. Hubungan baik itu akan menjalin rasa kedekatan antara peserta didik dengan pendidik. Hal itu akan memberikan rasa nyaman tidak takut pada pendidik. Kenyamanan itulah yang akan melahirkan rasa kepercayaan diri pada peserta didik. Kepercayaan diri akan melahirkan sifat kemandirian dan keberanian. Keberanian akan memberi motivasi di antaranya berani bertanya, berani mengemukakan pendapat, bahkan berani menyampaikan ide.

Baca juga:  Mudah Pahami Negara ASEAN dengan Metode Make A Match

Menurur Hambly (1992) kepercayaan diri diartikan sebagai keyakinan terhadap diri sendiri sehingga mampu menangani segala situasi dengan tenang. Tidak merasa inferior dihadapan siapapun dan tidak merasa canggung apabila berhadapan dengan banyak orang.

Kedua, buatlah suasana kelas menyenangkan dengan metode dan strategi yang menarik dalam pembelajaran. Anggapan pelajaran IPS membosankan dan bikin ngantuk akan sirna kalau guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dari sisi materi atau pokok bahasan pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) yang diajarkan oleh guru atau pengajar yang bersangkutan. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pengajaran salah satunya disebabkan pemilihan metode yang kurang tepat.

Ketiga, penataan tempat duduk. Penataan tempat duduk adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas. Karena pengelolaan kelas yang efektif akan menentukan hasil pembelajaran yang dicapai. Dengan penataan tempat duduk yang baik maka diharapkan akan menciptakan kondisi belajar yang kondusif, dan juga menyenangkan bagi peserta didik. Hal ini sesuai dengan pendapat Winzer (Winataputra,2003 : 9-21) bahwa penataan lingkungan kelas yang tepat berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Misalnya penataan tempat duduk dengan membentuk huruf U atau menggunakan posisi setengah lingkaran atau berhadapan digunakan dalam kelas dengan metode diskusi atau dengan model model lainya sesuai strategi guru dalam mengajar.

Baca juga:  Efektivitas Penggunaan Laboratorium Virtual pada Praktikum Hukum Ohm

Keempat, media pembelajaran. Kelas yang menyenangkan akan menghadirkan inovasi dalam proses belajar antara lain dengan menggunakan media pembelajaran. Pendidik akan menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantunya, yang diharapkan mempermudah proses pembelajaran di kelas.

Brvee (1997) mengatakan media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan . Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Sebagai komponen pembelajaran, media hendaknya mampu merangsang pembelajar untuk belajar dengan menyenangkan. Sebagai contoh para pendidik mulai berusaha membiasakan diri untuk menggunakan peralatan-peralatan seperti LCD, CD, VCD, video, komputer, dan internet atau media media lainnya yang akan mempermudah pemahaman peserta didik dalam mengongkretkan ilmu yang disampaikannya dalam pembelajaran di kelas.

Baca juga:  Model Konsep Kalimat Tingkatkan Keterampilan Menulis Paragraf

Maka dari itu, suasana pembelajaran menyenangkan di kelas diperlukan peran guru yang kreatif. Guru kreatif akan mampu menciptakan proses pembelajaran yang memudahkan peserta didik menerima materi yang disampaikan dengan proses yang menyenangkan. (btj2.1/lis)

Guru SMP Negeri 2 Bukateja, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya