alexametrics

Belajar Sistem Pencernaan dengan Metode Discovery Learning

Oleh: Indarti, S. Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran IPA merupakan salah satu bidang ilmu yang yang ikut berperan penting dalam perkembangan ilmu teknologi. IPA juga dapat diterapkan dalam berbagai ilmu bidang seperti kedokteran, pertanian, dan peternakan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengaktifkan dan meningkatkan interaksi siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah metode discovery learning.

Menurut Hosnan (2014 : 282), discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. Melaui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi. Suherman, dkk (2001 : 179) menyebutkan beberapa kelebihan dan keunggulan metode discovery learning, yaitu : a) Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir. b) Siswa memahami benar bahan pelajarannya, sebab mengalami sendiri proses menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama untuk diingat. c) Menemukan sendiri bisa menimbulkan rasa puas. Kepuasan batininiah mendorongnya untuk melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat. d) Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuanakan lebih mampu mentransfer pengetahuannya keberbagi konteks. e) Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.

Baca juga:  Serunya Belajar Organ Pencernaan dengan Metode Picture and Picture

Sedangkan menurut Kurniash, dkk (2014 : 64–65), metode Discovery Learning juga memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan, antara lain : a) Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep–konsep yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi. b) Metode ini kurang efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori untuk pemecahan masalah lainnya. c) Harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara–cara belajar yang lama. d) Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, ketrampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian. e) Pada beberapa disiplin ilmu, misalnya IPA kurang fasilitas untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para siswa. f) Tidak menyediakan kesempatan untuk berpikir yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru.

Baca juga:  Mudah Kuasai Materi Listrik Dinamis Menggunakan Papan Model

Ada pun langkah–langkah pembelajaran discovery learning : a) Pemberian rangsangan (stimulation). b) Pernyataan/identifikasi masalah (problem statement). c) Pengumpulan data (data collection). d) Pengolahan data (data prosessing). e) Pembuktian (verification). f) Menarik kesimpulan/generalisasi (generalization). Pada siswa kami, guru memberikan beberapa bahan makanan. Guru menugaskan siswa untuk menemukan jenis makanan apa yang mengandung lemak. Siswa mendata ciri khas lemak jika mengenai kertas buram. Tiap–tiap bahan makanan dihancur dan ditaruh di kertas buram. Siswa mengamati langsung jenis makanan apa yang meninggalkan noda lemak pada kertas buram. Siswa dapat menemukan jenis–jenis makanan yang mengandung lemak. (btj2.1/ton)

Guru IPA SMP Negeri 2 Bukateja, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya