alexametrics

Penerapan Metode Demonstrasi pada Pembelajaran Wudu

Oleh : Siti Syamsiyah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di dalam proses belajar mengajar guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik penyajian atau biasa disebut metode mengajar. Dengan demikian, metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Dalam mengajar, guru jarang sekali menggunakan satu metode, karena mereka menyadari bahwa semua metode ada kebaikan dan kelemahannya.

Namun ada metode yang tepat dan ada yang kurang tepat dipergunakan. Jadi yang dipentingkan oleh guru dalam memilih metode mengajar adalah ketepatannya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Penggunaan metode mengajar harus diarahkan pada tumbuhnya aktivitas belajar siswa yang optimal, bukan dominasi aktivitas guru. Metode mengajar bukan tujuan tapi alat untuk mencapai tujuan.

Baca juga:  Atasi Bullying dengan Teknik Role Playing pada Layanan Bimbingan Kelompok

Pada pembelajaran pendidikan agama Islam khususnya pada materi wudhu melalui metode demonstrasi dan simulasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa berwudu untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan metode demonstrasi merupakan salah satu upaya meningkatkan minat belajar serta daya kreativitas siswa untuk aktif dan mandiri dalam belajar tentang wudu. Pembelajaran diawali dengan multimedia berupa laptop, LCD untuk menyimak dan mencatat tayangan video tentang gerakan dan doa sebelum dan sesudah wuduh dengan benar, siswa mendengarkan dan mengamati penjelasan guru tentang tata cara wudu yang benar.

Siswa secara klasikal, berkelompok dan individu membaca doa sebelum dan sesudah wudu. Di sekolah penulis SDN Wonobodro 03 kelas II berjumlah siswa 15, maka siswa dibuat 3 kelompok yang tiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Dengan bimbingan dan arahan guru, siswa melakukan praktik wudu secara langsung dengan memperhatikan rukun dan sunahnya.

Baca juga:  Pembelajaran E-Arsip di Era Digital dengan ERISE

Diawali dengan posisi berdiri membaca basmalah dan niat wudu, dilanjutkan gerakan mencuci kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, didahului dengan tangan kanan sebanyak tiga kali, kemudian berkumur-kumur sebanyak tiga kali, sambil membersihkan gigi, dilanjutkan membersihkan lubang hidung sebanyak tiga kali. Gerakan selanjutnya membasuh muka sebanyak tiga kali, membasuh kedua tangan sampai siku-siku sebanyak tiga kali, didahului tangan kanan lalu tangan kiri. Kemudian mengusap kepala dengan tangan yang dibasahi, mengusap telinga kanan dan kiri, membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Didahului kaki kanan lalu kaki kiri. Kemudian yang terakhir membaca doa setelah wudu.

Ketika kelompok satu mempraktikkan wudu, kelompok dua mengamati kesalahan dalam gerakan wudu. Giliran kelompok dua mempraktikkan, yang mengamati adalah kelompok tiga. Giliran kelompok tiga yang mempraktikkan kelompok satu yang mengamati dan mencatat kesalahan-kesalahannya. Setelah semua kelompok selesai mempraktikkan, tiap kelompok memaparkan hasil pengamatannya secara bergantian. Kemudian guru menjelaskan tentang hal-hal yang yang belum diketahui siswa dan meluruskan kesalahan, pemahaman, dan memberikan penguatan.

Baca juga:  Pemanfaatan Google Meet sebagai Media Pembelajaran Materi Salat Wajib

Dengan metode demontrasi siswa lebih tertarik dan lebih mudah memahami materi tatacara wudu. Siswa juga dapat melafalkan bacaan doa sebelum dan sesudah wudu dengan benar dan mempraktikkan wudhu dengan gerakan-gerakan yang benar serta memperhatikan sunah dan rukun wudu. (pai2/lis)

Guru PAI SDN Wonobodro 03, Kecamatan/Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya