alexametrics

Pembelajaran Sosiologi dengan Blended Learning di Masa Pandemi

Oleh : Indah Kartika Sari, S,Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan, di mana menghambat kegiatan belajar mengajar yang berlangsung secara tatap muka. Sekitar awal April 2020, di SMA N 1 Wonotunggal kegiatan belajar mengajar yang biasanya tatap muka beralih menggunakan sistem pembelajaran yang dilakukan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ada tantangan besar dalam pelaksanaan model pembelajaran jarak jauh pada materi sosiologi. Salah satunya, yaitu belum terbiasa menggunakan sistem pembelajaran yang bersifat blended dan sepenuhnya online.

Untuk beralih dari model pembelajaran tatap muka atau bertemu secara langsung, lalu berubah menjadi daring (online) itu sangat membutuhkan persiapan yang tidak sedikit, namun dalam pembelajaran sosiologi ini mencoba memulai pembelajaran dengan model Blended Learning.

Menurut Semler (2005), blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Baca juga:  Blanded Learning Berbasis Quipper School dan Google Meet, Optimalkan Pembelajaran Sosiologi

Model blended learning pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Tatap muka pada masa pandemi di sini maksudnya tatap muka melalui media, bisa menggunakan aplikasi zoom meeting, MS Teams 365, google clasroom ataupun yang lainnya. Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, dengan memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara guru dengan peserta didik pada saat pembelajaran jarak jauh.

Adapun keuntungan dari penggunaan model blended learning dalam pembelajaran jarak jauh ini yaitu: (1) Adanya interaksi antara guru dan peserta didik, (2) pembelajaran pun bisa secara online ataupun tatap muka langsung melalui virtual meeting. (3) mencakup area yang luas, bisa digunakan di rumah maupun di tempat yang lain, (4) peserta didik tetap bisa bertukar informasi dengan peserta didik yang lain, (5) guru bisa memberikan referensi bahan ajar yang berupa video pembelajaran, link materi pembelajaran, file materi dan tugas untuk menambah wawasan.

Baca juga:  Make A Match Aktifkan Siswa dalam Pembelajaran IPA tentang Ekosistem

Dalam model pembelajaran blended learning ini saya juga mengalami beberapa kendala lain yaitu faktor kuota peserta didik dan tingkat motivasi pembelajaran yang rendah. Untuk mengatasi hal tersebut pihak sekolah sudah memberikan bantuan kuota bagi peserta didik yang kurang mampu dari segi ekonomi. Dan saya sebagai guru sosiologi perlu memberikan pembelajaran model blended learning dengan melakukan tatap muka melalui virtual meeting dan juga memberikan materi dan tugas melalui aplikasi google classroom yang bervariasi pada tiap pertemuan, agar peserta didik tetap semangat dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Peserta didik juga bisa berinteraksi pribadi melalui Whatsapp untuk bertanya mengenai materi ataupun tugas yang dirasa belum mereka pahami, sehingga harapannya materi dan tugasnya tetap bisa dilaksanakan secara maksimal dalam proses kegiatan belajar online. (pai1/ton)

Baca juga:  Perubahan Sosial Pembelajaran Berbasis Website

Guru Sosiologi SMA N 1 Wonotunggal Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya