alexametrics

Model PBL untuk Mengaktifkan Siswa pada Pembelajaran Barisan dan Deret

Oleh: Novi Mardhiana, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik sebagai alat bantu dalam penerapan-penerapan bidang lain maupun dalam pengembangan matematika itu sendiri. Penguasaan materi matematika oleh siswa menjadi suatu keharusan. Namun sayangnya, pencapaian prestasi siswa dalam pelajaran matematika belum memuaskan.

Rendahnya hasil pembelajaran matematika bisa dibilang proses pembelajaran yang selama ini umumnya dilakukan oleh para guru di sekolah adalah kurang tepat. Sebenarnya banyak alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru dalam proses pembelajaran yang dapat melibatkan peran serta anak didik secara aktif dan dapat menggali kemampuan mereka untuk menemukan teori dan konsep-konsep materi. Salah satu diantaranya adalah Problem-Based Learning (PBL)

Menurut Arends (Trianto, 2007,h. 68), PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa dihadapkan pada masalah autentik (nyata) sehingga diharapkan mereka dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan tingkat tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Model Problem Based Learning bercirikan penggunaan masalah kehidupan nyata sebagai suatu yang harus dipelajari siswa. Dengan model Problem Based Learning diharapkan siswa mendapatkan lebih banyak kecakapan daripada pengetahuan yang dihafal. Mulai dari kecakapan memecahkan masalah, kecakapan berpikir kritis, kecakapan bekerja dalam kelompok, kecakapan interpersonal dan komunikasi, serta kecakapan pencarian dan pengolahan informasi (Amir, 2007 h. 35).

Baca juga:  Pembelajaran Lingkaran dengan Model Cooperative Script

Dalam pelajaran matematika SMA di SMAN 3 Pemalang, banyak materi yang dapat dipelajari siswa menggunakan pendekatan Problem Based Learning, salah satunya adalah Barisan dan Deret. Berikut ini contoh langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran. Pertama, mengorientasikan, pada tahap ini misalnya peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati permasalahan simpanan dan pinjaman yang melibatkan bunga tunggal dan majemuk, dilanjutkan mengamati pola penambahan bunga pada tiap permasalahan untuk mengenali ciri-ciri bunga tunggal dan majemuk.

Kedua, mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, pada tahap ini salah satu kegiatan peserta didik adalah menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya) terhadap masalah yang dikaji. Misalnya peserta didik difasilitasi untuk membuat beberapa pertanyaan mengenai informasi yang didapatkan dari hasil pengamatan tentang bunga tunggal dan majemuk, dan menuliskan minimal 4 pertanyaan yang memuat kata-kata “barisan aritmetika”, “barisan geometri”, “bunga tunggal”, “bunga majemuk”, “pinjaman” dan “simpanan”.

Baca juga:  Review All, Solusi Praktis Menyempurnakan Proses Pembelajaran Di Kelas

Ketiga, membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok; pada tahap ini peserta didik melengkapi informasi dengan mencari mencari berbagai informasi yang mendukung dari beberapa buku referensi, internet, atau sumber yang lain untuk menguatkan dugaan yang dibuat. Peserta didik diminta mencari soal-soal mengenai bunga tunggal dan majemuk, berdasarkan soal-soal tersebut, serta dengan menggunakan kesimpulan sementara yang dibuatnya, diminta mengelompokkan mana yang merupakan masalah bunga tunggal dan mana yang merupakan masalah bunga majemuk.

Keempat, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik mengasosiasi data yang ditemukan dari percobaan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber.misalnya peserta didik diminta menganalisis beberapa permasalahan yang melibatkan bunga tungggal dan bunga majemuk diantaranya berkaitan dengan masalah deret geometri. Kemudian peserta didik diminta membuat dugaan awal mengenai ciri-ciri bunga tunggal dan majemuk, serta hubungannya dengan deret geometri kemudian mempresentasikan di depan kelas.

Baca juga:  Implementasi E-Learning Moodle Tingkatkan Aktivitas Belajar Matematika

Kelima, menganalisis dan evaluasi proses pemecahan masalah, sebagai contoh, peserta didik diminta menganalisis beberapa permasalahan yang melibatkan bunga tungggal dan bunga majemuk, membuat dugaan awal dan mempresentasikan di depan kelas. Guru membantu peserta didik melakukan refleksi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Peserta didik diminta menuliskan kesimpulan yang didapatkan tentang bunga tunggal dan bunga majemuk serta ciri-cirinya berdasarkan konsep barisan. Setelah itu peserta didik diminta mendiskusikan kesimpulan kelompoknya dengan peserta didik lainnya.

Nah dengan model pembelajaran semacam itu, diharapkan peserta didik dapat terlibat secara aktif, dan merekan dapat mengasah kemampuan mereka. (fbs2/zal)

Guru Matematika SMAN 3 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya