alexametrics

Maksimalkan Hasil Belajar Sistem Pernafasan dengan Blended Learning

Oleh : Dra. Suzy Noviana Sinuraya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di tengah pandemi Covid–19, dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi tantangan baru.Seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi maka proses belajar mengajar harus dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Perubahan-perubahan perilaku dari proses yang sengaja direncanakan merupakan hasil belajar yang mencakup ranah kognotif, ranah afektif dan ranah psikomotorik (Bloom dkk). Sedangkan (Gagne, 1984) mengklasifikasikan hasil belajar menjadi lima kategori yaitu informasi verbal, kemahiran intelektual, strategi kognitif yang termasuk ranah kognitif, sikap dari ranah afektif dan ketrampilan motorik dari ranah psikomotor.

Mengajar merupakan seluruh kegiatan dan tindakan yang diupayakan oleh guru untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan. Upaya itu antara lain dengan sistem pembelajaran Blended Learning.

Di SMP Negeri 14 Surakarta saat ini sedang menerapkan PJJ juga pendekatan pembelajaran Blended Learning, antara lain dengan menggunakan Google classroom, Google Form, Zoom meet maupun Whatshapp. Blended learning adalah pola pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antara dua unsur utama yakni, pembelajaran di kelas dan secara online (Elenena Mosa, 2006). Sehingga Blended learning yaitu metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara pembelajaran konvensional dimana pendidik dan peserta didik bertemu langsung dengan pembelajaran secara online yang dapat di akses kapan saja dan dimana saja. Adapun bentuk lain dari Blended Learning adalah pertemuan virtual antara pendidik dan peserta didik yang mungkin saja berada di dua tempat yang berbeda, namun bisa saling memberi feedback, bertanya atau menjawab.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Membaca melalui Video Call

Sistem pembelajaran yang menggabungkan pengajaran tatap muka dengan instruksi di mediasi komputer (Bonk & Graham, 2006-5). Teknik ini fleksibel ke berbagai mata pelajaran, serta mampu menyajikan sesuatu yang menarik menyenangkan juga tidak membosankan.

Pelajaran IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama materi Sistem Pernafasan pada manusia disampaikan guru melalui metode pembelajaran Blended Learning sangat membantu siswa belajar dengan menyenangkan dan materi mudah diingat, sehingga bisa meningkatkan hasil belajar yang maksimal. Penjabaran materi Sistem Pernafasan pada Manusia, meliputi beberapa bagian : Struktur dan fungsi sistem pernafasan, Organ pernafasan, Mekanisme pernafasan, Frekuensi pernafasan, Volume pernafasan, Gangguan sistem pernafasan dan penanggulangannya. Dalam setiap bagian dari materi tersebut guru bisa menerangkan secara langsung kepada siswa dengan pertemuan virtual terjadwal. Setelah bagian – bagian sudah diterangkan bisa selanjutnya penugasan online atau penilaian dengan google form, bisa juga dengan experiment terpantau melalui online . Dengan demikian PJJ dapat dilaksana dari perpaduan satu pola dengan pola yang lain dalam pembelajaran.

Baca juga:  Antusiasme Guru IPS Mengikuti Bimtek PKB Menuju Sukses KP

Mata pelajaran apapun cocok untuk diintegrasikan dengan model pembelajaran Blended Learning, karena siswa bisa mendapat informasi tambahan dan penguatan konsep dari materi yang disajikan guru maupun lingkungan sekolah. Dengan penggunaan pembelajaran Blended Learing guru dan siswa bisa lebih luwes dalam manajemen dan efisien waktu. Hal ini bisa memberikan banyak waktu luang untuk siswa sehingga guru perlu untuk memberikan dorongan dan motivasi tentang tujuan dan visi yang harus diraih dari pembelajarannya. Maka akan berdampak pada hasil belajar yang maksimal. (fbs2/ton)

Guru IPA SMP Negeri 14 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya