alexametrics

Tingkatkan Motivasi Belajar melalui Teknik Permainan Edukatif

Oleh : Pribadi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARNG.ID, Motivasi belajar siswa sangat berperan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu (Nashar, 2004:11). Siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam belajar memungkinkan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula. Artinya semakin tinggi motivasinya, semakin intensitas usaha dan upaya yang dilakukan, maka semakin tinggi prestasi belajar yang diperolehnya. Dorongan motivasi dalam belajar merupakan salah satu hal yang perlu dibangkitkan dalam upaya pembelajaran di sekolah.

Terkait dengan hal tersebut, guru BK senantiasa ditantang untuk bisa mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa. Melalui peranannya sebagai konselor, guru BK diharapkan mampu memberikan motivasi pada siswa untuk belajar dalam berbagai kesempatan. Sehingga siswa memiliki dorongan yang kuat untuk belajar dan pada akhirnya bisa mencapai hasil belajar yang optimal.

Demikian halnya yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 14 Semarang, dari hasil pengamatan penulis ditemukan banyak siswa yang motivasi belajarnya rendah. Hal ini bisa dilihat dari sikap dan perilaku siswa yang malas belajar, tidak memperhatikan pelajaran, sering ramai di kelas, sering tidak mengerjakan tugas/PR, bahkn membolos. Siswa yang bersikap demikian memerlukan perhatian yang sebaik-baiknya dari guru BK di sekolah (konselor sekolah). Konselor sekolah hendaknya bisa memberikan layanan yang tepat untuk mengatasi masalah siswa.

Baca juga:  Serunya Pendidikan Kespro Remaja melalui Modul Setara

Terkait masalah tersebut, sangat diperlukan pemberian layanan bimbingan dan konseling yang dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Salah satunya melalui layanan bimbingan kelompok. Layanan bimbingan kelompok dapat memberikan kesempatan pada masing-masing siswa untuk memanfaatkan berbagai informasi. Tanggapan dan reaksi timbal balik dalam menyelesaikan masalah, disamping itu melalui kegiatan kelompok setiap siswa dapat mengembangkan sikap tenggang rasa, keterampilan berkomunikasi, pengendalian ego yang pada akhirnya dapat menyumbang peran baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pemecahan masalah.

Selanjutnya, dalam mengatasi siswa yang motivasi belajarnya rendah tersebut perlu pula digunakan suatu teknik yang tepat, yaitu teknik permainan edukatif. Teknik permainan edukatif merupakan salah satu teknik dalam layanan bimbingan kelompok. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Violet (1998) dalam Suwarjo & Eliasa (2011: 12) bahwa teknik permainan sebagai salah satu alternatif metode komunikasi. Teknik kreativitas ini dapat mengurangi permasalahan tingkah laku, meningkatkan hasil yang menyenangkan, mendukung kognisi yang sehat, afeksi dan pengembangan interpersonal.
Menurut Andi Yudha (2009:80-85) permainan edukatif berfungsi meningkatkan kecerdasan anak, merangsang berbagai kemampuan dasar anak, mendapatkan stimulus yang beragam. Melatih konsep-konsep dasar, melatih ketelitian dan ketekunan, merangsang kreativitas dan melatih menyelesaikan masalah.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Recount Text melalui Three Mekota

Sedangkan Serok & Blum (Nandang Rusmana, 2009:4) menjelaskan permainan pada intinya bersifat sosial dan melibatkan belajar dan mematuhi peraturan, pemecahan masalah, disiplin diri, kontrol emosional, dan adopsi peran-peran pemimpin dan pengikut, yang kesemuanya itu merupakan komponen-komponen penting dari sosialisasi. Sementara itu Russ (Rusmana,2009:7) mengemukakan dengan mengamati proses permainan, seorang konselor dapat melihat ekspresi dari sejumlah proses kognisi, afeksi, dan proses interpersonal. Jenis permainan banyak ragamnya. Seperti yang dikemukakan oleh Andi Yudha (2009:78) jenis permainan edukatif meliputi: permainan konstruktif, permainan motorik, permainan ilusi, permainan intelektual/reseptif, permainan kompetisi/games.

Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik permainan edukatif dapat memberikan kontribusi yang penting dalam memotivasi siswa. Apalagi rendahnya motivasi belajar merupakan masalah yang banyak dialami oleh siswa. Sehingga layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik permainan edukatif dimungkinkan lebih efektif dibandingkan layanan bimbingan dan konseling lainnya. (ips2.1/lis)

Baca juga:  Peran Home Visit untuk Menghindari Learning Loss pada Peserta Didik

Guru BK SMP Negeri 14 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya