alexametrics

WhatsApp untuk Belajar Daring Interaktif

Oleh: Yuni Budyastuti, SPd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar secara daring atau tatap muka adalah metode dalam pembelajaran. Wabah Covid-19 membuat para guru tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan anak didiknya untuk sementara waktu. Belajar dengan moda daring mengharuskan para guru terutama penulis memilih media yang mudah diakses oleh siswa.

Ketidaksiapan pada awal menghadapi wabah Covid-19 menjadi permasalahan terbesar waktu itu. Banyak guru hanya sekedar memberi penugasan saja tanpa memberi pengertian melalui gadget berbantu aplikasi WhatsApp. Alhasil siswa mengalami kebosanan, dan seiring berjalan waktu dengan kondisi pandemi yang semakin berkepanjangan membuat tugas-tugas yang diberikan tidak dikerjakan dengan maksimal, respon siswa dari ke hari mengalami penurunan. Namun hal itu tidak lantas membuat guru berputus asa hanya dengan menyalahkan anak. Kepala SMP Negeri 1 Pabelan Kabupaten Semarang sebagai pemangku tertinggi di sekolah bekerja sama dengan guru-guru melakukan evaluasi pembelajaran sebelumnya.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Menulis Aksara Jawa Menggunakan Kartu Huruf

WhatsApp dipilih karena menjadi media sosial yang paling populer bagi siswa kebanyakan. Banyak fitur WhatsApp dalam aplikasi ini antara lain Chat Group, WhatsApp di web dan desktop, Panggilan Suara dan Video WhatsApp, Pengiriman Foto dan Video, Pesan Suara dan Dokumen. Lalu bagaimana penulis dengan jatah waktu 2 jam yang telah ditentukan, mampu berinteraksi dengan siswa melalui WhatsApp. Hal-hal yang dipersiapkan sebelum pembelajaran daring interaktif itu dilaksanakan yaitu: (1). Membuat grup WhatsApp pembelajaran mapel yang diampu, (2). Menentukan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran apa yang akan disampaikan, (3) Membuat RPP untuk pertemuan yang direncanakan, (4) Menyiapkan materi, (5) Menyiapkan lembar kerja siswa.

Baca juga:  Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia Terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi

Tahap pelaksanaan pembelajaran daring masih menggunakan 5 langkah sebagaimana disebutkan dalam Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu: mengamati, menanya, mengumpukan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan. Berikut contoh pelaksanaan pembelajaran daring interaktif bahasa Inggris kelas 8. Pada kegiatan awal, guru memberikan link presensi yang dilaksanakan 30 menit sebelum pembelajaran dimulai. Pukul 08.00 adalah jam awal pelaksanaan dimana guru mulai menyapa, mengajak berdoa, dan check ulang kehadiran dalam bentuk chat tertulis disertai emoticon.

Kegiatan inti pembelajaran yang pertama adalah mengamati, dimana pada tahap pelaksanaannya guru membagikan link video youtube, materi PPT, atau gambar. Kedua yaitu menanya, guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya terkait materi bisa menggunakan voice note, atau chat tertulis. Langkah ketiga adalah mengumpulkan informasi dimana guru memberikan pertanyaan kemudian meminta siswa untuk merespon dalam bentuk chat atau voice note. Mengolah informasi adalah langkah keempat dimana guru memberi penugasan untuk dikerjakan dengan batasan waktu. M yang ke-5 adalah mengkomunikasikan, pada tahapan ini guru dan siswa mencoba mengevaluasi tugas yang sudah dikerjakan. Respon siswa dalam tahap akhir ini bisa berupa foto screenshoot hasil pekerjaan.

Baca juga:  Mengaktifkan Siswa Belajar Narrative Text dengan PBL

Pada akhir pembelajaran, guru meminta siswa merekam suara atau menuliskan chat untuk menyimpulkan apa yang mereka pelajari pada hari itu, dan meminta siswa memfotokan kesimpulan yang telah mereka tulis di bukunya. Setelah itu guru memberikan tugas sebagai pekerjaan rumah mereka dengan batas pengumpulan tugas pukul 21.00. (bw1/ton)

Bahasa Inggris, SMP Negeri 1 Pabelan Kab Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya