alexametrics

Belajar Konsep Ruang melalui Peta dengan Multimedia Ular Tangga

Oleh : L. Sulistyowati,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar IPS merupakan belajar yang berkaitan dengan alam semesta, ekonomi dan sosial masyarakat sekitar kita. Pada kenyataan dalam pembelajaran IPS, memahami peta dianggap sulit dan menjadi kendala bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Tuntang. Siswa mengalami kesulitan dalam materi seperti dalam KD 3.1. Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi,potensi, ikilm, bentuk muka bumi, geografis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan.

Menurut Bobby Depotter (2004), konsep multimedia pembelajaran Ular Tangga diadopsi dari buku Quantum Teaching. Multimedia pembelajaran Ular Tangga merupakan pengembangan dari multimedia pembelajaran konsep permainan belajar (learning games) permainan ular tangga. Sedangkan peta adalah gambaran permukaan bumi pada suatu bidang datar dan diperkecil dengan menggunakan skala ( Buku paket IPS VII, 2017 hal. 7).

Baca juga:  Sukses Pembelajaran IPS di Masa Pandemi Covid 19

Membedakan karakteristik ruang melalui peta sangat sulit dipahami. Siswa mengalami kesulitan dan kebingungan memahami materi ini dalam membedakan daerah, posisi, skala, simbol dan lainnya. Apabila siswa disuruh melakukan unjuk kerja langsung di depan kelas, mereka ragu dan tidak mampu menjawab soalnya. Tetapi jika siswa disuruh memakai google map, mereka lebih mudah melakukkannya. Mereka lebih tertarik dan memahami peta dengan membuka peta atau map melalui handphone atau komputer. Maka metode pembelajaran tradisional di kelas IPS dirasa kurang efisien. Sehingga penulis melakukan suatu upaya untuk mempermudah siswa memahami materi ini.

Penulis berusaha memberikan model pembelajaran yang tepat untuk mempermudah dalam penguasaan materi peta yang baik. Penulis sudah mempraktekkan cara yang mudah dan menarik dengan cara memberikan materi peta melalui permainan ular tangga dengan multimedia melalui komputer. Dalam konsep multimedia pembelajaran Ular Tangga diadopsi dari buku Quantum Teaching karya Bobby Depotter (2004), menyatakan bahwa kotak-kotak permainan ular tangga berisi materi gambar, animasi, paparan, diiringi musik. Aturan permainan ular tangga berlaku sama dengan multimedia pembelajaran ular tangga secara interaktif sehingga siswa, guru, pengguna (user) dapat berinteraksi dengan komputer.

Baca juga:  Keluarga Berperan Penting dalam Motivasi Belajar Siswa di Sekolah

Sintaknya yaitu pertama, guru atau siswa harus terlebih dahulu membuat design multimedia kotak berbentuk ular tangga. Selanjutnya kita menyiapkan pertanyaan kuis dalam gambar peta sesuai dengan materi yang disajikan. Setelah itu, siswa menebak atau mengisi kuis di peta. Pembelajaran ini bisa dilakukan secara lisan/ praktik langsung di komputer atau tertulis. Selanjutnya isilah kotak itu berulang dengan jawaban yang benar. Langkah terakhir, siswa yang cepat dari waktu yang disediakan dengan jawaban paling banyak benarnya, maka siswa tersebut dianggap menang dan berarti menguasai materi itu dengan baik.

Simpulan dari metode ini, siswa mampu mengamati, menguasai peta dengan baik sembari bermain sehingga mereka senang, tertarik dan tidak bosan dalam belajar. Hasil belajar siswa melalui metode pembelajaran ini meningkat yang terbukti dari hasil penelitian penulis. Penggunaan metode pembelajaran ini dapat dijadikan salah satu metode yang dapat diterapkan oleh guru yang mengajar dalam materi ini dan siswa dapat belajar materi ini. maka jangan buang waktumu karena time is money bagi kita dan semoga model ini bermanfaat. (bw1/ton)

Baca juga:  Card Sort Tingkatkan Kemampuan Membaca Kelas Rendah

Guru IPS SMP Negeri 2 Tuntang, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya