alexametrics

Tingkatkan Hasil Belajar Dribbling dalam Permainan Bola Basket dengan Metode Inklusif

Oleh : Yusup Nurdiyanto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Permainan bola basket merupakan permainan tim. Hal ini seperti yang dijelaskan Wissel (2000:2), Bola basket adalah permainan yang di mainkan oleh dua tim dengan lima pemain per tim. Tujuannya mendapat nilai (skor) dengan memasukan bola ke keranjang dan mencegah tim lain melakukan hal serupa.

Tetapi meskipun permainan bola basket adalah permainan tim, namun penguasaan teknik dasar individual sangatlah penting sebelum bermain di dalam tim. Untuk mempelajari teknik dasar bola basket para pemain melaksanakan rutinitas latihan atau belajar sehingga siswa dapat menguasai teknik-teknik dasar yang diberikan. Teknik dasar yang perlu di kuasai untuk menjadi pemain bola basket yang handal antara lain: teknik melempar dan menangkap bola, dribbling, shooting, dan lay up shoot. Kosasih, Danny (2001:27) mengungkapkan, teknik dribbling adalah suatu teknik fundamental yang menyenangkan dan mengagumkan.

Dalam permainan bola basket terdapat teknik dribbling yang sampai sekarang masih sering sekali dilakukan. Khususnya di SD Negeri Kandangserang Kabupaten Pekalongan, penulis sering kali mendapatkan para siswa kesulitan untuk menampilkan keterampilan dribbling dalam permainan di lapangan, maka salah satu usaha untuk meningkatkan prestasi permainan bola basket harus didahului dengan meningkatkan kemampuan tiap-tiap pemain dalam melakukan dribbling.

Baca juga:  Jurus Jitu Mengajar Membaca dengan Metode Bunyi

Metode inklusif merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh guru agar memperhatikan kemampuan peserta didik dan dapat membantu mendorong pada perubahan yang lebih baik. Adisasmita, Yusuf (1999:41) mengatakan gaya mengajar “inklusif” memperkenalkan berbagai tingkat tugas. Sementara dalam gaya komando dan gaya self-check menunjukkan suatu standar tunggal dari penampilan, maka gaya “inklusion” memberikan tugas yang berbeda-beda. Dalam gaya ini siswa didorong untuk menentukan tingkat keterampilannya.

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh siswa dalam metode mengajar inklusif adalah dengan memilih tugas-tugas yang telah tersedia, kemudian melakukan penafsiran sendiri dan memilih tugas awalnya. Mencobakan tugas yang telah diterima dan mengulang serta memilih tugas yang lebih sulit atau mudah. erdasarkan berhasil atau tidaknya sesuai dengan tugas awal yang dikerjakan. Setelah itu mencoba tugas selanjutnya dan menilai atau memperkirakan hasil-hasil yang akan dicapai dan terus sampai proses ini selesai. Siswa harus memilih dan merancang pokok bahasannya sediri dalam metode mengajar inklusif, seperti yang dikemukakan oleh Adisasmita, Yusuf (1999:4), “Siswa harus memilih dan merancang pokok bahasan dengan menentukan; pertama konsep tentang tingkat kesulitan dengan cara tugas-tugas yang dipilih harus dimulai dari yang sederhana ke yang lebih unik, dengan tiap tugas mempunyai tingkat kesulitan yang ditambahkan. Kedua jika digunakan teknik mendribling bola dalam bola basket sebagai contoh dari beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan adalah; rintangan yang sulit, kondisi lapangan yang tidak rata, bola yang sulit untuk dikuasai, dan lain-lain”.

Baca juga:  Dengan Whatsapp Tingkatkan Kreativitas Siswa Belajar PJOK dari Rumah

Agar istilah yang digunakan dalam penelitian ini tidak menimbulkan salah pengertian maka penulis mencoba mendefinisikan istilah tersebut sebagai berikut : pertama metode inklusif adalah gaya mengajar “inklusif” memperkenalkan berbagai tingkat tugas. Sementara dalam gaya komando dan gaya self-check menunjukkan suatu standar tunggal dari penampilan, maka gaya “inklusif” memberikan tugas yang berbeda-beda. Kedua prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya).” (Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1988:700).
Ketiga keterampilan. Maksud penulis menggunakan latihan keterampilan atau skill di dalam artikel ini adalah untuk menunjukkan kemampuan penguasaan bola dengan baik. Woyowasito (1977:380) menjelaskan sebagai “kecakapan atau keahlian”. Keempat menggiring/mendribbling bola.

Baca juga:  Teknik Mnemonic Cara Asyik Belajar Sejarah

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dribbling kelas V SD Negeri Kandangserang Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan. (bp1/lis)

Guru PJOK SDN 02 Kandangserang, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya