alexametrics

Penumbuhan Karakter Kreatif dan Mandiri melalui Media Pop-Up

Oleh: Winingsih, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KITA telah memasuki era digital. Semua bidang tidak bisa terlepas dari teknologi. Kemajuan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi karakter siswa. Teknologi ibarat pisau jika tidak bisa memanfaatkan dengan baik maka akan melukai orang yang menggunakan. Sekarang ini, pembelajaran diharapkan siswa lebih banyak mengakses informasi dari internet. Informasi tersebut berpengaruh terhadap sikap dan pola pikir. Nilai-nilai dari luar menyebabkan terbentuknya sikap individualis dan hilangnya identitas nasional. Contoh kurangnya disiplin, hidup malas, kurangnya kreatif, kurang kemandirian hanya bergantung pada orang lain, berbicara kebarat-baratan atau westernisasi, merendahkan budaya lain, serta menyukai kebudayaan luar yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Permasalahan degradasi moral dapat diatasi dengan pendidikan karakter. Seperti diketahui, fokus pendidikan sekolah dasar adalah menumbuhkan karakter. Hal ini sejalan dengan program pemerintah tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 menyatakan satuan pendidikan bertanggung jawab memperkuat karakter siswa melalui olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Oleh karena itu sekolah menjadi tempat yang tepat dalam penumbuhan karakter.

Baca juga:  Peran Guru BK Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Pendidikan karakter sangat penting bagi siswa sekolah dasar sebagai tonggak dasar pendidikan. Karakter harus dibentuk sejak dini. Pendidikan karakter berfungsi mengembangkan potensi dasar siswa menjadi pribadi dengan karakter baik dan sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Karakter baik menurut PPK terbagi atas kelompok aspek religius, integritas, mandiri, nasionalis, dan gotong royong disertai sub aspek didalamnya.

Dalam penumbuhan karakter, guru cukup memegang peranan utama. Guru dapat merancang pembelajaran yang memungkinkan terjadinya penumbuhan karakter. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran teori maupun praktik. Selain itu, dapat pula menggunakan metode maupun media untuk memfasilitasi pembelajaran menjadi bermakna.

Media Pop-Up merupakan contoh media yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Pop-Up digolongkan ke dalam media visual. Pop-Up didefinisikan sebagai sebuah kartu yang ketika dibuka menampilkan bentuk tiga dimensi. Hal ini didukung oleh pendapat Dzuanda (2011) yang menjelaskan Pop-Up memiliki unsur tiga dimensi serta mampu memberikan visualisasi hal yang menarik mulai dari tampilan gambar yang bergerak saat dibuka. Pop-Up sesuai digunakan sebagai sebuah proyek bagi siswa.

Baca juga:  Algoritma Flowchart Jembatan Mahir Kuasai Pemrograman Komputer

Cara pembuatan media Pop-Up sangat mudah. Siswa hanya perlu menyiapkan pensil, gunting, lem, kertas manila, kertas lipat, dan pewarna. Langkah pertama lipat simetris kertas manila seukuran kertas A4 menjadi dua bagian sehingga berbentuk vertikal. Langkah kedua buat dua potongan sekitar 5 cm pada bagian tengah sumbu simetri dengan jarak kedua potongan 4 cm. Langkah ketiga dorong lipatan penyangga ke bagian depan. Langkah keempat tentukan Pop-Up yang akan dibuat dengan menggambar pada kertas manila yang lain. Langkah kelima tempelkan gambar Pop-Up pada lipatan penyangga. Langkah terakhir hias memakai pewarna dan kertas lipat serta buatlah tulisan atau deskripsi.

Pop-Up dapat digunakan dalam pembelajaran tematik di semua jenjang kelas. Pada pembelajaran muatan IPS kelas VI tema 3 dengan kompetensi dasar perubahan sosial budaya karena modernisasi, Seperti yang diterapkan di SDN Tegalrejo 01 Salatiga.

Baca juga:  Mengatasi Kesulitan Melaksanakan Pembelajaran saat Pandemi Covid-19

Dalam pembelajaran, guru dapat memberikan proyek kepada siswa untuk membuat satu contoh penemuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan sosial budaya disertai dengan deskripsi. Agar lebih menarik, guru dapat berkreasi dengan membentuk beberapa kelompok berbeda sehingga proyek yang dikerjakan dapat bervariasi. Proyek setiap siswa tidak boleh sama.

Secara tidak langsung dalam pembelajaran perubahan sosial budaya masyarakat karena modernisasi, Pop-Up mampu membentuk karakter kreatif dan mandiri yang merupakan bagian dari karakter nasionalis. Melalui Pop-Up kompetensi dasar mupel Ilmu Pengetahuan Sosial tentang perubahan sosial budaya karena modernisasi dapat tercapai dan nilai sikap juga dapat dikembangkan. Dengan mengenal berbagai penemuan teknologi maka akan terbentuk pula sikap saling menghormati dan menghargai hasil karya orang lain yang sesuai nilai Pancasila. (bp1/zal)

Guru SDN Tegalrejo 01, Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya