alexametrics

Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa pada Mapel PAI

Oleh : Mukhamad Romli S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MOTIVASI mempunyai peranan yang sangat penting bagi siswa dalam belajar. Dengan motivasi ada pendorong untuk lebih giat belajar dan menanamkan persepsi bahwa belajar merupakan kebutuhan pribadi dan diinginkan. Terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Jenis motivasi belajar menurut ahli psikologi pendidikan (Sardiman:2002) terbagi dua macam, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ektrinsik berupa motivasi rangsangan dari luar melalui metode–metode yang digunakan guru untuk memotivasi siswa dalam belajar. Motivasi instrinsik berupa rangsangan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri.

Ada beragam metode yang dapat digunakan guru untuk memberikan motivasi siswa dalam pembelajaran PAI. Di antaranya, pertama, metode ceramah merupakan metode konvensional yang sering digunakan guru PAI dalam menyampaikan materi. Metode ini masih layak digunakan, namun perlu dipadukan dengan metode lain agar tidak terjadi komunikasi sepihak. Misalnya dipadukan dengan metode tanya jawab atau lainnya. Kedua, metode tanya jawab yang merupakan teknik atau cara mengajar, dimana guru dan siswa bertanya jawab. Ketiga, metode latihan atau metode belajar learning by doing dimana seorang siswa yang belajar dengan maksud diterapkan dalam amal perbuatan merupakan salah satu syarat keabsahan ilmu. Metode ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran PAI pada materi Fikih, Alquran Hadits dan Akhlaq. Keempat, metode diskusi yang merupakan metode atau teknik penyampaian materi pelajaran dengan jalan mendiskusikannya sehingga menimbulkan pengertian serta perubahan pada murid (Zuhairini:1997). Metode diskusi ini diterapkan dalam proses pembelajaran PAI untuk merangsang murid agar berpikir bebas dan mampu mengutarakan pendapatnya sendiri.

Baca juga:  Serunya Belajar Nama Rasul dengan Metode Numbered Heads Together

Kelima, yaitu metode pemberian tugas atau resitasi atau disebut juga metode PR. Di sini, murid diberi tugas khusus di luar jam pelajaran. Siswa dapat mengerjakan di rumah, di perpustakaan atau lainnya. Guru PAI sering menggunakan metode ini terutama dalam hal-hal yang bersifat praktis. Keenam, metode demontrasi yaitu metode mengajar menggunakan peragaan untuk memperjelas pengertian/memperlihatkan bagaimana melakukannya kepada siswa. Metode demonstrasi pada proses PAI mengandung fungsi dan manfaat besar di samping bersifat praktis guru dapat memberikan contoh amalan keagamaan dengan benar sebagai bukti tanggung jawabnya. Ketujuh, metode karya wisata merupakan metode pengajaran yang dilaksanakan dengan jalan mengajak siswa keluar kelas untuk dapat melihat gejala alam yang berkaitan dengan materi pelajaran, seperti pengenalan terhadap kekuasaan Allah SWT atau hal-hal lainnya. Kedelapan, yaitu metode pemberian contoh atau teladan (uswah hasanah), metode pendidikan dengan cara guru memberikan contoh atau perilaku yang baik kepada anak agar ditiru dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Kesembilan, metode Hikayat atau cerita yaitu metode PAI yang menyajikan cerita–cerita atau kisah-kisah yang dapat diambil pelajaran di dalamnya. Penerapan metode hikayat atau cerita ini di dalam Alquran dianjurkan dalam upaya memberikan nasehat-nasehat melalui alur cerita atau penokohan.

Baca juga:  Asyiknya Hafalan Hijaiyyah dengan Media Kartu Tebak Kata

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengembangkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI perlu adanya kreativitas seorang guru dalam memilih metode-metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan agar tidak terjadi kejenuhan dan menurunnya semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. (pai1/ida)

]

Guru PAI SDN Kutosari 02, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya