alexametrics

Lebih Asyik Belajar Alquran dengan Model Meniru dan Mengingat

Oleh : Nur Khasanah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tidak dapat dipungkiri bahwa Pendidikan Islam masih diselimuti aneka problematika. Di antara problematika dan indikator kemandegan yang selama ini menghantui pendidikan Islam adalah penerapan metode pembelajaran. Mengingat usia Sekolah Dasar masih tergolong usia anak-anak yang secara psikologis gemar bermain, maka keinginan untuk bermain tersebut diupayakan diarahkan dalam artian walaupun sambil bermain mereka tetap belajar. Hal ini perlu diterapkan pada anak didik agar dalam belajar tidak lekas bosan. Belajar sambil bermain ini akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi anak didik seusia Sekolah Dasar.

Dalam proses pembelajaran PAI, metode yang sering digunakan guru adalah lebih banyak menggunakan metode ceramah. Peserta didik hanya menelan dan mendengarkan hal-hal yang disampaikan oleh guru. Minat/semangat peserta didik dalam melaksanankan tugas guru, daya tangkap peserta didik dalam menerima pelajaran, kemampuan peserta didik dalam belajar bersama, kemampuan peserta didik dalam mengajukan pertanyaan, dirasa masih rendah belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dan belum sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh PAI itu sendiri yaitu peserta didik mampu memahami dan mengamalkan ilmu agama yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Teka-Teki Silang dapat Merangsang Daya Kreativitas Siswa

Maka guru merubah metode pembelajaran yang konvensional menjadi metode yang modern supaya siswa tertarik untuk belajar, terutama pada materi Ayo Membaca Alquran. Peserta didik kelas I SDN 02 Dadirejo Kecamatan Tirto mengalami penurunan hasil belajar. Metode yang diterapkan adalah Metode Meniru dan Mengingat. Perubahan cara dalam menyajikan sesuatu kebudayaan itu jarang atau sedikit sekali terjadi karena mereka mudah puas, dan seringkali pula terjadi bahwa perubahan itu dianggap tabu atau terlarang. Cara-cara (menyajikan sesuatu) atau metode mengajar yang digunakan dalam masyarakat yang belum maju itu adalah metode meniru dan mengingat (Imitation and Memoriter Method).

Metode meniru dan mengingat mengalami perkembangan setelah metode itu digunakan oleh bangsa Romawi. Bangsa Romawi bukanlah suatu bangsa yang menciptakan metode-metode dalam bidang pendidikan. Metode mengajar yang digunakan bangsa Romawi adalah ciptaan bangsa Greeka (perlu diingat bahwa bangsa Romawi pernah menaklukkan dan menjajah bangsa Greeka).

Baca juga:  Asyiknya Belajar Membaca melalui Video Call

Langkah-langkah melakukan metode Meniru dan Mengingat dalam belajar Alquran antara lain : Satu, guru memilih bahan bacaan. Kedua, guru membcakan bacaan ayat Alquran. Bahan itu dibacakan dengan keras di depan murid. Dalam membaca itu guru harus memperhatikan ucapan setepat-tepatnya sesuai makroj bacaannya. Ketiga, menerangkan isi. Bila perlu diselingi supaya siswa mengenal arti bacaan yang dilafadzkan. Keempat, meminta siswa untuk menirukan perkalimat secara berulang-ulang. Kelima, dari langkah satu sampai keempat diulang sampai bacaan selesai. Keenam, menghafalkan bacaan secara berjamaah. Teknik yang tepat untuk membiasakan anak dalam menghafalkan ayat-ayat Alquran Ketujuh, sebagian kelompok membacakan ayat secara bersamaan sedangkan kelompok yang lainnya berdiam menyimak, tujuannya supaya saling mengoreksi kesalahan. Kedelapan, tes bacaan mandiri.

Baca juga:  Outbound Bangun Jiwa Wirausaha Berkarakter

Setelah menerapkan metode ini di SDN 02 Dadirejo ada perubahan secara signifikan, bertambah semangat belajar membaca Alquran. Dan melalui metode ini dapat pula melatih daya pengamatan belajar dan juga menghemat waktu serta tenaga. (bp1/ton)

Guru PAIBP SDN 02 Dadirejo, Kec. Tirto Kab. Pekalonga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya