alexametrics

Sinematografi Melejitkan Kemampuan Mendeskripsikan

Oleh : Natalia Susiana DA S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENGUNJUNGI tempat wisata adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi para peserta didik. Di saat mereka diminta untuk mendiskrisikannya, mereka banyak mengalami kesulitan. Mereka seringkali hanya berfokus pada apa yang mereka lakukan di tempat wisata itu. Mereka juga kurang memperhatikan situasi di sekitarnya. Bagaimana mereka akan mampu mendeskripsikan dalam bahasa Inggris kalau pengamatan mereka kurang.

Kekurangan bekal untuk menulis akan sangat mempengaruhi motivasi dan prestasi mereka dalam menulis teks deskriptif. Oleh karena itu, penulis berusaha menggunakan media pembelajaran sinematografi kepada para peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Dengan harapan minat dan hasil belajar membaik.

Seperti yang dinyatakan oleh Erwin Widiasmoro S.Pd dalam bukunya 19 Kiat Sukses Membangkitkan Motivasi Belajar Peserta Didik (2015, 147-152) bahwa penggunaan media pembelajaran akan mempermudah para peserta didik untuk belajar. Media ini akan merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan untuk belajar. Sehingga pengalaman belajar menjadi lebih konkret.

Baca juga:  Pelajaran Lebih Interaktif dan Menarik dengan Mengajak Peserta Didik Berdiskusi

Dalam buku Understanding Cinematography karya Brian Hall (2016) ditulis bahwa “Cinematography is the art and craft of visualizing and recording the moving image”. Sinematografi adalah satu seni dan karya memvisualisasikan dan merekam gambar bergerak. Para peserta didik akan melihat serangkaian gambar-bergerak dari satu tempat wisata.

Terdapat beberapa kelebihan dengan menggunakan media pembelajaran sinematografi ini. Para peserta didik dapat mengembangkan daya imajinasi, mengembangkan pikiran dan pendapat, apa yang dilihat akan mudah diingat, meningkatkan kreativitas, dan dibawa berpetualang dari satu tempat ke tempat lainnya. Dari apa yang para peserta didik lihat lewat sinematografi, akan memiliki cukup bekal untuk menulis. Sehingga penulis tinggal menambahkan cara menulis teks deskriptif seperti struktur teks dan unsur kebahasaannya.

Baca juga:  Semangat Siswa Mengikuti Penilaian Harian dengan Quizizz

Unsur kebahasaan–diksi dan tata bahasa (Diction & Grammatical patterns) juga harus diperhatikan saat menulis. Penggunaan Present Tense sangat dominan karena yang disampaikan adalah fakta umum. Beragam kata sifat (Adjctives) dan keterangan (Adverbs) juga digunakan agar membuat teks lebih menarik dalam mendeskripsikan objek.
Berikut langkah-langkah bagi penulis mendampingi peserta didik belajar menulis teks deskriptif. Pertama, penulis menayangkan sinematografi salah satu tempat wisata yang ada di Indonesia. Para siswa menyimak sambil menuliskan kata-kata apa saja yang ada dalam pikiran mereka saat melihat sinematografi tersebut. Kata-kata tersebut berupa kata benda seperti nama-nama benda. Mereka juga mencatat beberapa kata sifat seperti warna, bentuk, ukuran, dan kesan. Kedua, para peserta didik secara berpasangan mempelajari kata-kata yang sudah mereka dapatkan. Mereka berusaha membuat kalimat dari kata-kata tersebut berdasarkan pengamatan mereka. Ketiga, penulis menayangkan kembali sinematografi tempat wisata tersebut. Para peserta didik menyimak kembali dan membandingkan dengan kalimat yang sudah mereka buat. Keempat, para peserta didik memperbaiki dan melengkapi tulisannya berdasarkan unsur kebahsaan yang seharusnya. Kelima, penulis memberi kesempatan kepada para peserta didik secara suka rela untuk membacakan teks deskripsi yang sudah berhasil mereka buat. Keenam, guru menanyakan kesan para peserta didik selama pembelajaran dengan menggunakan media sinematografi.

Baca juga:  Vocabulary Menjadi Indah dengan Mind Mapping

Tanggapan para peserta didik sungguh di luar biasa. Mereka berebutan menyampaikan kesannya. Semuanya menyatakan rasa senang dan puas serta bangga karena mereka sudah mampu menulis teks deskriptif. Mereka juga mengusulkan agar diberi kesempatan untuk menulis teks deskriptif lagi tetapi dengan sinematografi pilihan mereka sendiri. (btj2.1/ida)

Guru SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya