alexametrics

Penilaian Daring Pewarisan Sifat Menggunakan Google Form

Oleh: Agus Pribadi, S.Si.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di era pandemi menjaga agar siswa tetap bisa melakukan kegiatan pembelajaran dengan protokol kesehatan. Alternatif kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan adalah dengan pembelajaran online atau dalam jaringan (daring). Dalam pembelajaran daring, penilaiannya pun dilakukan secara daring, salah satunya menggunakan google form (google formulir).

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar Peserta Didik (siswa). Menurut Pitoyo Budi Santoso (2019), Salah satu yang dapat dimanfaatkan sebagai media evaluasi berbasis TIK adalah Google Formulir. Google Formulir adalah bagian dari komponen Google Docs yang disediakan oleh raksasa teknologi Google. Google Formulir adalah software yang dapat diakses secara gratis dan cukup mudah dalam pengoperasiannya.

Dalam pembelajaran daring yang dilakukan penulis di SMP Negeri 5 Mrebet, materi Pewarisan Sifat Kelas IX, penulis menggunakan media pembelajaran video pembelajaran yang diposting di WhatsApp. Di akhir pembelajaran, penulis memberikan penilaian daring menggunakan Google Form. Kelebihan penilaian daring menggunakan Google Form, di antaranya: pertama, mudah dibuat. Kedua, dapat disisipkan video pembelajaran misalnya tentang pewarisan sifat, sehingga sebelum mengerjakan soal, siswa diarahkan untuk melihat video pembelajaran tersebut. Ketiga, soal-soal dapat disertai gambar berwarna sehinga menarik bagi siswa. Keempat, guru tidak mengoreksi jawaban siswa secara langsung karena skor siswa otomatis muncul sesaat setelah siswa mengerjakan soal. Kelima, jawaban siswa dapat digunakan untuk membuat analisis soal menggunakan aplikasi MS Word.

Baca juga:  Belajar IPA Sistem Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19

Langkah membuat penilaian daring menggunakan google form: pertama, menyiapkan soal pilihan ganda beserta kisi-kisi, kunci jawaban, dan norma penilaian pada lembar MS Word. Setelah itu, memindah soal yang sudah dibuat ke aplikasi Google Form. Sebaiknya soal yang dipindah ke Google Form tetap diberi nomor soal dan option jawaban diberi huruf A, B, C, dan D, serta option jawaban tidak diacak. Hal itu agar nantinya mudah dilakukan analisis soal yang ada pada respon jawaban Google Form, yakni menggunakan aplikasi yang dibuat menggunakan MS Excel.

Setelah soal selesai dibuat di Google Form, nama link Google Form dapat dibuat menarik menggunakan aplikasi bit.ly atau gg. Soal juga perlu dicoba dengan mengerjakan langsung di Google Form yang sudah dibuat, kalau bisa dikerjakan, berarti soal itu sudah benar. Ada alternatif cara siswa mengerjakan soal, ada yang dibuat satu kali atau dibuat berkali-kali. Pilihan pertama ditujukan agar siswa hanya bisa mengerjakan satu kali soal yang dibuat, sehingga respon jawaban terlihat lebih rapi. Sedangkan pilihan kedua, memberi kesempatan siswa mengerjakan berkali-kali sampai memperoleh nilai terbaik. Cara kedua ini memiliki kelemahan siswa dapat mengerjakan soal berkali-kali sampai tak terbatas.

Baca juga:  Menentukan Luas Daerah Bangun Datar dengan Papan Berpetak

Kendala dalam pemberian penilaian menggunakan Google Form, di antaranya: pertama, siswa ada yang tidak bisa membuka Google Form dengan berbagai sebab, misalnya belum memiliki akun Google, gangguan sinyal, dan sebab lainnya. Kedua, tidak semua siswa mengerjakan soal yang dibuat menggunakan Google Form tersebut. Hal itu dapat dilihat direspon yang ada di Google Form. Siswa yang tidak mengerjakan soal, bisa disebabkan tidak bisa membuka link, atau sebab lainnya, misalnya motivasi belajar siswa yang sedang menurun.

Penilaian daring menggunakan Google Form perlu kerja sama dengan orang tua agar hasilnya lebih maksimal. Orang tua siswa perlu memfasilitasi, memberikan bimbingan dan motivasi bagi siswa bersangkutan agar mampu mengerjakan soal. Meski tak sedikit kendala yang dapat ditemui siswa, pembelajaran daring menggunakan Google Form akan dapat berjalan dengan baik, apabila ada kerja sama dari siswa, guru, sekolah, dan masyarakat secara umum. Dengan penilaian yang baik, harapannya pembelajaran pun dapat bermanfaat dan bermakna bagi siswa. (fbs2/aro)

Baca juga:  Asyiknya Belajar IPA dengan Pembelajaran Inkuiri

Guru IPA SMP Negeri 5 Mrebet, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya