alexametrics

Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa dengan Pembelajaran Kooperatif LT

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASALAH pendidikan senantiasa menjadi topik perbincangan yang menarik, baik di kalangan guru, orang tua, terlebih di kalangan para pakar pendidikan. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena semua pihak menginginkan pendidikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa ini. Terlebih lagi dalam mata pelajaran matematika selalu menjadi sorotan, karena masih rendahnya prestasi belajar siswa pada bidang studi tersebut.

Rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika, bukan semata-mata karena materi yang sulit, namun bisa disebabkan oleh proses pembelajaran yang dilaksanakan. Pentingnya proses pembelajaran ini ditegaskan oleh Soedjadi (1989) yang menyatakan, betapapun tepat dan baiknya bahan ajar matematika yang ditetapkan, belumlah menjamin akan tercapainya tujuan pendidikan matematika yang diinginkan. Salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan pendidikan adalah proses belajar yang dilaksanakan.”

Baca juga:  Menganalisa Pengamalan Pancasila melalui Gambar

Peran guru dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebagai fasilitator dan motivator untuk mengoptimalkan belajar siswa. Guru seharusnya tidak hanya memberikan pengetahuan saja, namun siswa dipacu agar secara aktif membangun pengetahuan dalam pikiran mereka sendiri.

Ratumanan (2000) menyarankan agar seharusnya guru berpandangan bahwa matematika merupakan proses, sehingga pengajaran matematika merupakan suatu usaha membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan dengan kemampuannya sendiri melalui proses internalisasi sehingga pengetahuan tersebut terkonstruksi kembali. Dengan demikian pembelajaran matematika bukanlah suatu transfer pengetahuan, tetapi lebih menekankan bagaimana siswa membangun pemahamannya dengan bantuan guru.
Minat serta hasil belajar Matematika siswa kelas VI SDN Wonotunggal 04 khususnya materi Luas Bangun Datar masih rendah, sehingga perlu diupayakan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat, hasil belajar, motivasi, dan kreativitas siswa. Model pembelajaran tersebut salah satunya adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning (LT).

Baca juga:  Tutor Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Limit Fungsi Masa Covid-19

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning (LT) adalah model pembelajaran yang dikembangkan oleh David dan Roger Johnson dari Universitas Minnesota. Metode ini meliputi siswa yang dibagi dalam kelompok yang terdiri atas empat atau lima kelompok dengan latar belakang yang berbeda, mengerjakan lembar tugas, dan menerima pujian dan penghargaan berdasarkan hasil kerja kelompok.

Adapun langkah-langkah pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning (LT) adalah sebagai berikut, pertama, guru menyajikan pelajaran. Kedua, membentuk kelompok yang anggotanya 4 sampai 5 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku dan lain-lain). Ketiga, masing-masing kelompok menerima lembar tugas dan menyelesaikannya. Keempat, beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya. Kelima, pemberian pujian dan penghargaan berdasarkan hasil kerja kelompok.

Baca juga:  Meningkatkan Pemahaman Isi Wedhatama Pupuh Pangkur dengan Gambar Kehidupan Sehari-hari

Kegiatan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning (LT) terbukti mampu menarik perhatian dan minat siswa kelas VI SDN Wonotunggal 04 dalam mempelajari mata pelajaran Matematika khususnya materi Luas Bangun Datar. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan dibanding sebelum menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning (LT). (pai2/ida)

Guru SDN Wonotunggal 04, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya