Pentingnya Ice Breaking dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar

Oleh : Akhmad Arifin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBERHASILAN proses pembelajaran sebagai proses pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari guru, siswa, kurikulum, lingkungan sosial, dan lainnya. Namun dari faktor-faktor tersebut, guru dan siswa faktor menjadi terpenting. Hal itu dapat dirunut melalui pemahaman hakikat pembelajaran, yakni usaha sadar guru untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan kebutuhan minatnya.

Jika siswa merasa malas dan terlihat bosan saat kegiatan pembelajaran berlangsung, maka guru harus memiliki kesadaran tinggi. Sebab, kemampuan berkonsentrasi siswa SD tidak bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya siswa menjadi tidak fokus. Pada kondisi seperti ini, kemampuan guru diuji untuk bisa mengembalikan fokus belajar siswa pada materi yang diajarkan.

Guru sering beranggapan bahwa melaksanakan pekerjaan mengajar adalah sesuatu yang bersifat rutinitas belaka. Asal sudah membuat RPP beserta perangkat pembelajarannya, dianggap sudah cukup, tanpa memperhatikan komponen seperti karakteristik siswa. Belum lagi jika dikaitkan dengan lamanya waktu belajar siswa dalam satu hari, yang berjalan setiap harinya secara rutin tanpa ada variasi, tentu akan menimbulkam masalah baru dalam pembelajaran. Guru yang profesional harus bisa memodifikasi kegiatan pembelajaran. Nah ice breaking ini mungkin jadi salah satu solusi untuk menjaga semangat siswa tetap tinggi dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:  Bentuk Pendidikan Karakter Positif

Istilah ice breaker berasal dari dua kata asing, yaitu ice yang berarti es yang memiliki sifat kaku, dingin, dan keras. Sedangkan breaker berarti memecahkan. Arti harfiah ice-breaker adalah pemecah es. Jadi, ice breaker bisa diartikan sebagai usaha untuk memecahan atau mencairkan suasana yang kaku seperti es agar menjadi lebih nyaman mengalir dan santai. Hal ini bertujuan agar materi-materi yang disampaikan dapat diterima. Siswa akan lebih dapat menerima materi pelajaran jika suasana tidak tegang, santai, nyaman, dan lebih bersahabat (Sunarto, Ice Breaker dalam Pembelajaran Aktif, 2012:3).

Pemberian ice breaking paling tepat pada saat kritis. Yaitu saat kondisi siswa mengalami kelelahan dan kejenuhan yang sangat tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi saat mereka menerima pembelajaran yang sangat berat atau materi yang sulit. Pelajaran pada waktu siang hari (mendekati pulang sekolah) dan kondisi lainnya. Kondisi-kondisi kritis seperti ini paling tepat untuk dihadirkan ice breaking.

Baca juga:  Video Permudah Siswa Pahami Bersuci dari Hadas Kecil

Kegiatan ice breaking adalah kegiatan yang berguna untuk mengalihkan konsentrasi agar tidak mengalami kejenuhan dan dapat menjadi energi pendukung dalam sebuah kegiatan yang dianggap membosankan. Ice breaking dapat diberikan kepada siapa saja, baik tua muda maupun anak-anak dan dapat diberikan dalam kondisi apapun tidak harus berada di dalam ruangan. Ice breaking merupakan tindakan wajib untuk mengurangi kejenuhan.

Ice breaking atau kegiatan hiburan memiliki jenis yang bermacam-macam dan dapat dilakukan dengan kondisi yang berbeda-beda pula. Secara umum kegiatan ice breaking dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain, permainan, yel-yel, bernyanyi, senam, bercerita, tepuk tangan, senam otak dan tebak-tebakan.

Jika ice breaking diberikan, pasti siswa akan rindu dengan pelajaran yang diselingi ice breaking, apalagi dengan bentuk yang berbeda. (pai2/ida)

Baca juga:  Strategi TDB sebagai Solusi Pembelajaran PAI di Tengah Pandemi

Guru PAI SDN Krengseng 04 Gringsing, Batang



Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya