alexametrics

Tingkatkan Hasil Belajar Sejarah Islam Siswa dengan Metode Resitasi

Oleh : Wiwik Widyoretno S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEJARAH Islam merupakan materi yang sangat penting bagi pembentukkan karakter siswa, baik ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek spiritual dan penerapannya dalam kehidupan interaksi dengan sesama. Maka hasil belajar siswa harus terus ditingkatkan. Bila tidak meningkat, akibatnya atau dampaknya adalah kemampuan siswa dalam ilmu sejarah akan rendah. Sehingga dalam meneladani keteladanan para tokoh sejarah dalam perjuangan membela dan memperjuangkan agama Islam akan rendah. Lebih jauh lagi, jika hal itu tidak diatasi maka sejarah Islam akan semakin pudar di masa yang akan datang.

Kehidupan yang bernafaskan religi sangat membutuhkan keteladanan sikap yang bisa dipelajari dari sejarah tokoh-tokoh Islam yang sangat berperan dalam membela dan memperjuangkan agama Islam. Ini supaya dalam menjalani kehidupan tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak baik.

Baca juga:  Belajar Sejarah Menyenangkan dengan Model Pembelajaran Index Card Match

Rendahnya hasil belajar siswa pada materi Sejarah Islam dipengaruhi oleh banyak faktor. Motivasi belajar yang rendah, kurangnya ketertarikan siswa dalam membaca sejarah Islam dan metode yang digunakan dalam pembelajaran yang tidak tepat. Pemberian motivasi telah dilakukan, pemberian tugas-tugas di rumah juga telah diberikan tetapi hasilnya belum menunjukkan seperti yang diinginkan.

Dari analisis penyebab masalah, maka upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah penerapan metode yang tepat, yakni dengan metode resitasi. Yaitu metode penyajian bahan, dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar yang dapat dilakukan dalam kelas, di halaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan dan pada lingkungan sekolah lainnya yang mendukung (Djamrah dan Zain, 2006:85).

Baca juga:  Jurus Jitu Mengajar Membaca dengan Metode Bunyi

Langkah-langkah metode ini adalah 1) Fase Pemberian Tugas, 2) Fase Pelaksanaan Tugas, dan 3) Fase Mempertanggungjawabkan Tugas (Djamrah dan Zain, 2006:88). Hasil belajar siswa sangat ditentukan oleh bagaimana mereka melakukan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang monoton, tentu tidak akan berdampak bagi keaktifan dan keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang tinggi. Peningkatan hasil belajar bisa ditingkatkan ketika proses pembelajaran yang berlangsung melibatkan siswa dalam berbagai bentuk dan langkah kegiatan. Metode resitasi merupakan salah satu model pembelajaran yang memfasilitasi hal tersebut.

Tahap-tahap belajar dengan metode resitasi menunjukkan proses pembelajaran (kegiatan) yang bervariasi. Secara umum, langkah-langkah tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal ini sudah dibuktikan di SMP Negeri 1 Kedungwuni bahwa dengan diterapkannya metode resitasi untuk materi Sejarah Islam membuat hasil belajar yang diperoleh peserta didik meningkat dari nilai hasil belajar terdahulu. Dari keberhasilan ini diharapkan metode resitasi ini bisa digunakan referensi metode dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP). Khususnya pada materi Sejarah Islam, sehingga siswa-siswa merasa senang dan hasil belajar siswa pada materi Sejarah Islam meningkat. (bp2/ida)

Baca juga:  Belajar Sejarah Menyenangkan dengan Role Playing

Guru SMP Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya