alexametrics

KBM Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Tri Adisusanto, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASIH ingat hari senin tanggal 16 Maret 2020 yang lalu, bahwa semua sekolah dari tingkat TK, SD, SLTP dan SLTA bahkan sampai Perguruan Tinggi mulai diliburkan untuk belajar mandiri dirumah dengan alasan adanya wabah virus corona atau yang lebih dikenal dengan dengan penyebaran covid-19. Keputusan itu diambil karena kasus penyebaran covid-19 selalu meningkat secara signifikan dalam hitungan jam, hari dan pekan. Bahkan libur atau penghentian aktivitas tidak hanya lingkup pada instansi pendidikan saja, namun semua instansi, juga sektor industri, transportasi, pariwisata dan lainnya yang berpotensi banyak kerumunan orang / massa. Semua itu ditempuh dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dari kegiatan belajar mandiri di rumah ternyata banyak kesulitan yang dialami oleh siswa dalam mempelajari materi pelajaran, yang biasanya diterangkan oleh guru berupa informasi, penjelasan, bimbingan saat kegiatan belajar mengajar bahkan bisa praktek sesuai dengan materi yang dipelajari baik didalam laborat ataupun diluar kelas sekitar lingkungan sekolah. Namun pada masa pandemi Covid-19 ini siswa hanya membaca buku modul atau browsing dari internet, youtube, google untuk mengikuti pembelajaran secara daring. Itupun tidak bisa maksimal karena dari hasil membaca dan browsing tidak semua dipahami oleh siswa (masih perlu penjelasan dari guru).
Selain itu tidak semua siswa mengikuti daring karena beberapa hal, siswa tidak browsing materi pelajaran, siswa tidak disiplin waktu, karena HP di case, jaringan internet tidak tersedia atau karena kuota internet habis, ada juga yang tidak punya HP. Sementara kalau mau daring pinjam HP kakaknya atau orang tuanya.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Berbahasa Jawa Krama dengan Bermain Sandiwara

Hal ini menjadi tantangan dan tugas baru seorang pendidik manakala pembelajaran sistem daring atau online banyak persoalan yang harus diselesaikan. Seperti di SMA Negeri 1 Godong. Di satu sisi guru tidak bisa mengontrol keaktifan siswa saat KBM daring online, interaksi siswa dengan siswa, interaksi guru dan siswa dalam pembahasan materi atau tanya jawab kecil kemungkinannya bahkan ketika pengerjaan tugas mandiri yang diberikan oleh guru sering kali dikerjakan oleh temannya, kakaknya atau orang tuanya, saat ini yang lagi viral yakni tugas untuk anak-anak malah ibunya yang mengerjakan bahkan para ibu-ibu pada mengeluh mengerjakan tugas anaknya. Disisi yang lain kualitas lulusan sekolah perlu ditingkatkan mengingat saat ini pembelajarannya hanya daring online saja sementara banyak lulusan yang akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca juga:  Portofolio dengan Teka Teki Silang sebagai Alternatif PJJ

Kesulitan dalam KBM secara daring / online ini juga dialami oleh sebagian dari guru-guru yang sudah uzur (mendekati pensiun) karena mereka dituntut untuk bisa menggunakan gadget/hp ataupun dengan laptop sebagai media pembelajaran dengan berbagai program aplikasi, karena guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam penyampaian materi atau tugas kepada siswa melalui berbagai macam program aplikasi.

Program aplikasi yang bisa atau yang sering kali digunakan adalah WhatsApp, Google class room, google form, meet, zoom, office 365, microsoft team, time spent, dan masih banyak lagi aplikasi yang bisa digunakan untuk media pembelajaran dan komunikasi kepada siswa. Namun ada yang perlu diperhatikan ketika kita menggunakan program aplikasi tersebut, karena saat daring/online dengan media internet maka kita memerlukan kuota internet. Semakin banyak fitur, fasilitas yang ditampilkan oleh sebuah aplikasi maka semakin besar pula kuota yang diperlukan, kalau aplikasi yang kita gunakan memerlukan kuota besar tentunya bayar mahal, nah itu juga sebuah persoalan baik dikalangan siswa ataupun guru itu sendiri, walaupun tidak menggunakan aplikasi yang menyedot kuota besar namun kalau pemakaian internet dalam waktu lama itupun juga boros kuota. Maka dari itu perlu langkah-langkah yang bijaksana untuk meminimalisir persoalan pendidikan dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. (ips2/zal)

Baca juga:  Pembelajaran Fluida Menarik dengan Model PjBL

Guru Fisika, SMA Negeri 1 Godong

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya